Review Asus Zenfone Max Pro (M1) Indonesia

Asus Zenfone Max Pro (M1) Memang Layak Dimiliki, Ini Alasannya!

Pekan lalu ketika mengulas Asus Zenfone Max Plus (M1) Dombort tidak memberi banyak pujian, bahkan hanya 2 dari 5 bintang yang kami berikan pada ponsel tersebut. Bukan karena buruk melainkan terlalu mediocre, nyaris tak ada alasan memilihnya dibanding merek lain dengan kisaran harga sama.
Tapi pandangan Dombort terhadap Asus Zenfone Max Pro (M1) sama sekali berbeda.

Jika tahun 2017 lalu Asus tampak lebih berfokus pada segmen kelas yang lebih tinggi sembari menawarkan produk-produk yang membidik niche market, tampaknya tahun ini pabrikan asal Taiwan itu kembali berminat menggarap segmen mid-low. Asus Zenfone Max Pro (M1) yang dibanderol seharga Rp 2 Juta lebih sedikit adalah satu diantaranya.

Segmen mid-low yang tahun lalu sempat ditinggalkan oleh Asus saat ini sudah dikuasai oleh nama-nama seperti Xiaomi dan Motorola. Tak heran jika lewat Max Pro (M1) ini sang produsen tampak berusaha menawarkan fitur se-premium mungkin dengan harga yang terjangkau.

Harga Asus Zenfone Max Pro (M1) dan Spesifikasi

Spesifikasi Asus Zenfone Max Pro (M1)

OSASUS ZenUI berbasis Android 8.1 (Oreo)
LayarIPS LCD, 5.99 inches, 93.1 cm2 (~77.0% screen-to-body ratio), 1080 x 2160 pixels, 18:9 ratio (~402 ppi density)
SoCQualcomm SDM636 Snapdragon 636
GPUAdreno 509
RAM3GB
ROM32GB, microSD, up to 256 GB
KameraDual: 13 MP (f/2.2, 1.12µm) + 5 MP (f/2.4, 1.12µm), phase detection autofocus, LED flash rear; 8 MP (f/2.2, 1.0µm), LED flash selfie
SensorFingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, compass, gyroscope, ambient light sensor
KonektivitasWi-Fi 802.11 b/g/n, WiFi Direct, hotspot, Bluetooth 4.2, A2DP, LE, microUSB 2.0, USB On-The-Go
WaterproofingNo
BateraiNon-removable Li-Po 5000 mAh battery
Dimensi159 x 76 x 8.5 mm
Berat180 g
HargaLihat di sini

Kesan tersebut langsung kentara kala menilik penampilan yang terasa elegan untuk sebuah ponsel harga 2 Juta-an. Memang produk ini hanya ditawarkan dalam dua opsi warna yaitu abu-abu (grey) dan midnight black, meski disebut midnight black Dombort menilainya cenderung lebih kebiru-biruan. Warna ini terkesan unik sekaligus elegan.

Finishing serta kualitas material yang digunakan sama sekali tak mengecewakan. Dalam genggaman tangan handphone Asus terbaru ini terasa kokoh serta tidak licin selama penggunaan. Lekuk-lekuk di bagian tepi berikut penempatan tombol-tombol terasa ergonomis.
Kelemahan Asus Zenfone Max Pro (M1) pada poin ini hanya terletak dari desain yang terlalu biasa, nyaris tidak ada ubahan berarti dibanding generasi Zenfone sebelumnya.

Layar

Sedangkan sisi menarik dari ponsel ini menurut Dombort terletak pada layarnya. Bukan karena layar ini sudah mengadopsi rasio 18:9 karena kalau hanya itu hampir semua merek pun sudah menawarkan hal serupa. Tapi yang menjadi kelebihan layar ini ada pada kontras warnanya yang menurut Dombort nyaris mendekati Super AMOLED milik Samsung.

Di atas kertas, layar ini memang istimewa karena ia memiliki tingkat kecerahan 450 nit yang selama ini hanya ditawarkan oleh ponsel-ponsel kelas flagship dan sekedar untuk diketahui saja bahwa OnePlus 5T yang disebut sebagai best flagship killer namun sayang tidak beredar di Indonesia memiliki layar dengan tingkat kecerahan 410 nit.
Selain itu rasio antara bentang layar dengan bodi pada Asus Zenfone Max Pro (M1) juga lebih lebar dibanding kompetitor sekelas termasuk Xiaomi Redmi Note 5.

Kamera

Sama halnya dengan Zenfone Max Plus (M1) pada Max Pro ini dijejalkan pula kamera lensa ganda di bagian belakang. Dimana sebuah lensa normal didampingi oleh lensa kedua untuk menciptakan efek bokeh.

Kala digunakan di luar ruangan foto-foto dihasilkan dengan kondisi yang relatif baik untuk standar kamera ponsel kisaran harga ini. Warna-warna ditampilkan tampak hidup, objek jarak dekat ditangkap dengan tingkat detil baik namun untuk objek jarak jauh detilnya terlihat berkurang.

Foto Hasil Kamera Asus Zenfone Max Pro (M1)

Pada mode depth gradasi antara background dan foreground terlihat halus. Sayang kala digunakan di dalam ruangan atau pada malam hari kualitasnya menurun, demikian pula kinerja autofocus –nya tidak lagi terasa cepat serta akurat.

Kelebihan dan Kekurangan Asus Zenfone Max Pro (M1)

Sementara untuk kualitas kamera swafoto –nya juga terbilang biasa, cahaya flash yang dihasilkan terlalu kuat hingga mengakibatkan foto tidak tampak alamiah. Efek bokeh juga tidak terlihat alamiah.

Secara keseluruhan kinerja kamera depan maupun belakang Asus Zenfone Max Pro (M1) bisa dikatakan memuaskan meski bukan yang terbaik di kelasnya.

Pada sisi lain Dombort tidak terlalu menyukai tampilan aplikasi kamera, Asus sendiri memutuskan untuk menggunakan aplikasi kamera buatan Snapdragon. Konon aplikasi ini dirancang untuk mudah digunakan tapi entah karena belum terbiasa atau sebab lain kami merasakan menu yang kurang ergonomis. Misalnya mode “pro” yang untuk mengaksesnya harus masuk terlebih dahulu ke menu “setting”.

Performa

Sama halnya dengan Xiaomi Redmi Note 5 untuk Asus Zenfone Max Pro (M1) sang pabrikan memercayakan SoC Snapdragon 636 sebagai jantung performa. SoC ini bukan saja pilihan terbaik di kelas menengah tapi juga sudah mendukung teknologi AptX untuk yang lebih mampu menjaga kualitas suara lebih baik kala ponsel dihubungkan dengan speaker eksternal secara nirkabel.

Semua aplikasi sanggup dijalankan dengan baik oleh kombinasi Snapdragon 636 dengan RAM sebesar 3 GB ini. Performanya semakin meningkat karena alih-alih menggunakan ZenUI yang kaya dengan bloatware kali ini Asus memilih tampilan stock Android untuk Max Pro (M1) ini.

Beberapa game populer yang coba dijalankan berjalan secara mulus demikian pula halnya memutar klip video. Hanya memang setelah beberapa saat terasa kenaikan suhu di bagian belakang, kondisi ini masih dalam batas wajar menurut Dombort.

Seolah belajar dari betapa mediocre -nya Zenfone Max Plus (M1) terutama di sektor baterai kali ini ditanamkan baterai dengan kapasitas lebih besar yaitu 5000 mAh.
Pada pengujian pemakaian normal ala Dombort dimana diantaranya termasuk melakukan streaming video serta memainkan game 3D ternyata stamina baterai ini masih sanggup bertahan selama sehari.

Memang kondisi ini merupakan peningkatan jika dibanding Zenfone Max Plus, tapi Xiaomi Redmi Note 5 yang dibekali baterai dengan kapasitas lebih kecil sangup bertahan sedikit lebih lama.

Pengisian ulang daya baterai selama 10 menit berhasil mengisi ulang daya baterai dari 0 menjadi 15%, tapi anehnya untuk pengisian daya dari 0 ke 100% memakan waktu yang sangat lama mendekati 3 jam.

Penilaian untuk Asus Zenfone Max Pro (M1)

Meski memiliki layar dengan kualitas setara OnePlus 5T nyatanya Asus Zenfone Max Pro (M1) bukanlah flagship killer. Dengan keunggulan yang dimiliki serta banderol harga yang ditawarkan rasanya lebih pantas jika ia disebut sebagai Xiaomi Redmi Note 5 killer.

Kualitas kamera serta stamina baterainya masih di bawah Redmi Note 5, namun selain harganya lebih terjangkau Zenfone Max Pro juga menawarkan slot microSD terpisah serta LED flash untuk kamera depan.

Potensi Asus Zenfone Max Pro (M1) menghambat penjualan Xiaomi Redmi Note 5 di Indonesia sebenarnya cukup besar, sayang entah atas pertimbangan apa Asus Indonesia pilih menjual varian termurah lewat flash sale alih-alih memenuhi permintaan lebih besar sembari menghadang Xiaomi.

Asus Zenfone Max Pro (M1) Sekarang

Black
Harga Asus Zenfone Max Pro (M1) dan Spesifikasi
Jual Asus Zenfone Max Pro (M1)
Summary
Review Date
Reviewed Item
Asus Zenfone Max Pro (M1)
Author Rating
31star1star1stargraygray