Harga LG G7+ ThinQ dan Spesifikasi

LG G7+ ThinQ Luar Biasa di Balik Kesederhananaan

Jika membandingkan LG G7+ ThinQ dengan ponsel LG kelas flasghip lainnya maka G7+ ThinQ terkesan terlalu sederhana. LG G5 SE misalnya menjadi ponsel modular pertama yang pernah dibuat LG, atau LG V30 dengan layar gandanya.

Namun di balik kesederhanaan bahkan minimnya sorotan ternyata justru tersembunyi keistimewaan dari LG G7+ ThinQ. Seperti biasa sudah pasti ada peningkatan di fitur kamera, tapi potensi besar dari ponsel terbaru keluaran LG ini bukan semata-mata bergantung pada kamera.

Spesifikasi LG G7+ ThinQ

OSAndroid 8.0 (Oreo), planned upgrade to Android 9.0 (P)
Layar6.1 inches, 91.0 cm2 (~82.6% screen-to-body ratio), 1440 x 3120 pixels, 19.5:9 ratio (~564 ppi density)
SoCQualcomm SDM845 Snapdragon 845
GPUAdreno 630
RAM6 GB RAM
ROM128GB; microSD, up to 512 GB
Kamera16 MP, f/1.6, 30mm, 1/3.1″, 1.0µm, OIS, PDAF & laser AF
16 MP, f/1.9, 16mm, 1/3.1″, no AF; 8 MP, f/1.9, 26mm selfie
SensorFingerprint (rear-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer
KonektivitasWi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, DLNA, hotspot, Bluetooth 5.0, A2DP, LE, aptX HD, microUSB 3.1, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go
WaterproofingIP68
BateraiNon-removable Li-Po 3000 mAh battery
Dimensi153.2 x 71.9 x 7.9 mm
Berat162 g
HargaRp 10,5 Juta

Hal yang mula-mula menunjukkan keistimewaan ponsel ini bisa dilihat dari desain yang meski tak berkesan terlalu futuristis seperti Samsung Galaxy S9 namun sarat nuansa elegan.
Diapit oleh kerangka aluminum terlihat panel berlapis Corning Gorilla di bagian belakang.

Review LG G7+ ThinQ Indonesia

Pada bagian ini pula tampak logo LG di bagian bawah serta logo G7+ ThinQ di tengah. Penempatan sensor pemindai sidik jari juga terasa alamiah (ergonomis).

Kalau mau diringkas pada LG G7+ ThinQ ini para desainer memikirkan penempatan hampir semua hal secara cermat sehingga kenikmatan secara ergonomis benar-benar bisa dirasa. Material serta build quality sangat solid bahkan bobotnya pun terasa pas.

Untuk harga 11 Jutaan (10,9 Juta) yang jelas penampilan ponsel ini saja sudah terasa pantas, sesuai ekspektasi. Padahal kelebihan LG G7+ ThinQ di sektor desain cuma satu dari keunggulan yang dimiliki.

Nama ThinQ sebenarnya memiliki makna tersendiri, bagi pembaca yang setia dengan produk LG tentu sudah tidak asing dengan merek yang menghiasi produk-produk terbaru LG mulai dari peralatan elektronik rumah tangga hingga televisi.
Namun kini baru pertama kalinya produsen asal Korea tersebut memboyong merek ThinQ untuk produk ponselnya.

ThinQ tak lain merupakan identitas terhadap produk-produk LG yang sudah dilengkapi teknologi AI. Khusus untuk LG G7+ ThinQ teknologi tersebut bisa ditemukan pada kamera. AI memberi saran pengaturan setting terbaik sesuai kondisi.

Sayang, meski terdengar praktis dan canggih pada prakteknya menurut Dombort tidak demikian. Pertama-tama proses pengajuan saran itu terasa memperlambat proses pengambilan foto sendiri, dan yang kedua hasil dari foto dengan pengaturan sesuai saran tak terlihat lebih istimewa dibanding tanpa kehadiran AI.

Tapi terlepas dari itu foto-foto yang dihasilkan oleh kamera LG G7+ ThinQ memang terlihat impresif terutama dari sisi dynamic range-nya. Perbedaan ini sangat kentara ketika dibanding dengan kamera LG G5SE maupun LG G6+.

Kala digunakan di dalam ruangan minim cahaya atau pada malam hari foto-foto yang dihasilkan tidak menampilkan saturasi warna sebaik pada kondisi cerah luar ruangan (outdoor) tapi secara keseluruhan kualitas fotonya masih terbilang istimewa.

Foto Hasil Kamera LG G7+ ThinQ

Keunggulan Kamera LG G7+ ThinQ

Istimewa dibanding kamera para pendahulunya, namun meski dilengkapi mode Super Bright untuk mengoptimalkan fotografi malam hari masih belum bisa menyamai kamera Huawei P20 Pro.

Pujian serupa juga berlaku untuk kamera swafoto di bagian depan yang mampu menghasilkan saturasi warna serta tingkat detil memuaskan.

Tahun lalu jika Anda masih ingat LG G6+ dikenal memiliki kualitas audio yang luar biasa dibanding kompetitor sekelas. Kali ini meski tidak secara khusus disebut dalam kampanye pemasaran namun kualitas audio LG G7+ ThinQ masih tetap istimewa seperti pedahulunya.

Kelemahan LG G7+ ThinQ menurut Dombort secara subjektif terletak pada tampilan antar muka yang dijejali terlalu banyak ”bloatware”, selain itu sistem operasi Android 8.0 Oreo juga terasa ketinggalan jaman terutama untuk ponsel kelas flagship saat ini.

Soal performa baik harian maupun menjalankan game yang menuntut performa grafis intensif SoC Snapdragon 845 buatan Qualcomm tidak mengecewakan. Tidak ada kondisi lag, crash dan sebagainya yang muncul selama penggunaan.

Sementara itu baterai berkapasitas 3000 mAh tidak istimewa seperti beberapa tahun silam ketika LG menghadirkan LG G2. Stamina baterai G7+ ThinQ sekedar masuk dalam kategori biasa saja, untuk penggunaan normal ala Dombort tercatat waktu pakai lebih kurang 12 jam.

Beli LG G7+ ThinQ Sekarang

Black
Harga LG G7+ ThinQ dan Spesifikasi
Jual LG G7+ ThinQ
Summary
Review Date
Reviewed Item
LG G7+ ThinQ
Author Rating
51star1star1star1star1star