Pengertian Gaming Phone

Razer Phone dan Gaming Phone Lainnya: Kebutuhan atau Gimmick?

Razer Phone yang memosisikan diri sebagai gaming phone atau ponsel khusus untuk bermain game kerap dianggap sebagai pelopor di niche -nya. Apalagi kehadirannya lantas diikuti oleh Xiaomi yang merilis Black Shark.

Tapi Razer Phone sebenarnya sama sekali bukan pelopor gaming phone. Sebab beberapa tahun silam adalah Nokia yang pertama kali memunculkan ide tersebut lewat N-Gage. Bahkan Sony pernah mencoba peruntungan di ceruk pasar yang sama melalui Xperia Play.

Sejarah Gaming Phone

Di masa lalu, ketika merek Nokia masih menguasai industri ponsel pernah perusahaan asal Finlandia itu memproduksi N-Gage yang terinspirasi oleh konsol Game Boy.

Ponsel tersebut memiliki tombol-tombol di kanan kiri layar yang didedikasikan dalam rangka memudahkan bermain game.

Pengertian Gaming Phone

Tak hanya itu pada masanya ia menawarkan kecanggihan mode multiplayer dengan memanfaatkan koneksi Bluetooth maupun internet.

Namun sukses N-Gage tidak berlangsung lama sebab Sony yang kala itu merajai industri game melihat peluang untuk mencipta handheld console dengan nama PSP.

Langkah ini dilanjutkan lagi lewat lahirnya ponsel Xperia Play yang idenya menggabungkan konsol permainan genggam (handheld console) dengan ponsel.

Apa Itu Gaming Phone?

Sayangnya Xperia Play tidak bisa disebut sukses. Selain spesifikasinya sendiri tidak memenuhi kebutuhan gamers ia juga tak dilengkapi tombol analog yang didedikasikan untuk tujuan itu sendiri.

Sony sendiri masih belum menyerah menggarap ceruk pasar konsol permainan genggam, terbukti dengan kelahiran Playstation Vita yang kala itu sanggup memainkan judul-judul game populer di masanya.

Gaming Phone Masa Kini

Meskipun nama Nintendo masih terkenal sampai hari ini tapi Sony sendiri bukanlah penguasa industri game seperti dulu.

Bersamaan dengan itu banyak produsen ponsel yang berlomba-lomba memberikan ponsel dengan spesifikasi tinggi untuk memenuhi keinginan para pecinta game.
Walau demikian Razer Phone –lah yang memang pertama kali terang-terangan menyebutkan posisinya sebagai gaming phone.

Oppo F9 Pro dan Pocophone F1 misalnya, dari sisi spesifikasi perangkat keras (hardware) termasuk mumpuni.
Tapi tak satupun dari keduanya yang tegas menyebut diri sebagai gaming phone.
Kenapa?

Karena dengan memosisikan diri sebagai gaming phone mereka membatasi target market.
Tengok saja yang terjadi pada Razer Phone, sekalipun memiliki kualitas kamera di atas rata-rata dan sebagainya ia nyaris tak dilirik oleh kelompok konsumen yang tidak menggemari game.

Kondisi ini bagaimanapun tidak membuat Asus merasa kecut, bahkan belum lama ini di beberapa pasar tertentu mereka merilis Asus ROG dengan positioning sebagai gaming phone.

Namun benarkah langkah itu tepat? Apakah pasar memang memerlukan gaming phone atau sekedar akal-akalan produsen untuk memperluas lini pasar?

Agar tidak terkesan sebagai akal-akalan semestinya ada standar yang harus dipenuhi sebuah ponsel agar bisa masuk dalam kategori gaming phone.
Bukan sekedar spesifikasi mumpuni saja.

Setidaknya harus ada fitur khusus tertentu yang mampu meningkatkan pengalaman bermain game lewat ponsel dibanding ponsel biasa.
Asus ROG dan Razer Phone setidaknya sudah tampak menuju ke arah yang benar, bisa jadi tolok ukur bagi produsen lain yang ingin terjun di ceruk pasar ini.

Dari sisi perangkat lunak, game untuk ponsel sendiri mestinya ditingkatkan mengimbangi keberadaan gaming phone.
Sebab harus diakui bahwa sampai hari ini permainan game di perangkat ponsel masih belum mampu memberi pengalaman sebaik di PC atau konsol.

Summary
Razer Phone dan Gaming Phone Lainnya: Kebutuhan atau Gimmick?
Article Name
Razer Phone dan Gaming Phone Lainnya: Kebutuhan atau Gimmick?
Description
Gaming Phone dianggap dipelopori oleh Razer Phone, padahal kenyataannya tidak demikian. Jauh sebelum kelahiran Razer Phone sudah ada beberapa produsen yang membuat ponsel khusus game ini.
Author
Publisher Name
Dombort