Review Samsung Galaxy S10e Indonesia

Samsung Galaxy S10e Memang Lebih Murah Tapi Bukan Murahan

Samsung Galaxy S10e yang baru mulai dijual per 5 April lalu memang harganya lebih murah dibandingkan Galaxy S10+ dan Galaxy S10. Selisih harga yang lumayan dengan kedua saudaranya tapi masih terbilang mahal dibanding kompetitor kerap membuat peminat merasa ragu.

Sebenanya Samsung Galaxy S10e sendiri diposisikan mirip-mirip dengan iPhone XR. Kalau Apple punya iPhone XS Max, XS dan XR maka Samsung punya Galaxy S10+, Galaxy S10 dan Galaxy S10e. Jadi Galaxy S10e dimaksudkan sebagai ponsel kelas high-end dengan harga lebih terjangkau, tentu lewat kompromi-kompromi tertentu. Nah apakah kompromi yang harus diterima kalau Anda memutuskan membeli Samsung Galaxy S10e?

Harga Samsung Galaxy S10e dan Spesifikasi

Cek Harga Disini

Spesifikasi Samsung Galaxy S10e

OS One UI berbasis Android 9.0 (Pie)
Layar 5.8 inches, 82.8 cm2 (~83.3% screen-to-body ratio), 1080 x 2280 pixels, 19:9 ratio (~438 ppi density)
SoC Exynos 9820 (8 nm)
GPU Mali-G76 MP12
RAM 6
ROM 128 GB
Kamera Utama 12 MP, f/1.5-2.4, 26mm (wide), 1/2.55″, 1.4µm, Dual Pixel PDAF, OIS
16 MP, f/2.2, 12mm (ultrawide), 1.0µm
Kamera Swafoto 10 MP, f/1.9, 26mm (wide), 1.22µm, Dual Pixel PDAF
Sensor Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer, ANT+, Bixby natural language commands and dictation
Waterproofing IP68
Baterai Non-removable Li-Ion 3100 mAh battery
Dimensi 142.2 x 69.9 x 7.9 mm
Berat 150 g

Tampilan Desain Samsung Galaxy S10e

Jika membandingkan spesifikasi Samsung Galaxy S10e dengan Galaxy S10+ dan S10 terlihat bahwa si bungsu (Galaxy S10e) punya dimensi lebih kecil dibanding kedua saudaranya. Walau memang benar demikian tapi kalau diletakkan bersebelahan sebenarnya Galaxy S10e ini tak terlalu tampak lebih kecil dibanding Galaxy S10.

Justru yang paling menunjukkan perbedaan Galaxy S10e dengan kedua saudaranya adalah desain yang lebih rata (flat) serta ketiadaan layar mengkurva pada kedua tepi. Efeknya bezel Samsung Galaxy S10e terlihat lebih tebal.

Review Samsung Galaxy S10e Indonesia

Meski tak punya layar mengkurva tapi Samsung tetap menggunakan layar Infinity O untuk flagship harga terjangkaunya ini. Jadi kalau Anda perhatikan di bagian kanan atas layar terlihat lubang kecil untuk menempatkan lensa kamera depan.
Kalau Anda termasuk yang tak menyukai lubang kecil tersebut bisa sedikit disamarkan dengan memilih wallpaper yang sesuai.

Berbeda dari Galaxy S10+ yang sudah menerapkan sensor pemindai sidik jari di layar untuk Galaxy S10e ini masih menggunakan pemindai sidik jari biasa yang diletakkan di sisi ponsel, menyatu dengan tombol daya.
Memang sensor fisik seperti ini tidak terlihat futuristis tapi sebenarnya lebih responsif dan lebih cepat dibandingkan sensor yang menyatu di layar.

Kalau layar Samsung Galaxy S10 dilapis dengan Corning Gorilla Glass 6 maka untuk Galaxy S10e ini menggunakan Corning Gorilla Glass 5.
Sementara untuk sisi belakang keduanya sama-sama menggunakan Gorilla Glass 5.

Pada bagian belakang terlihat dua lensa kamera utama, mendampingi lensa normal dengan sensor 12 MP adalah lensa sudut lebar dengan sensor 16 MP. Tentu kalau boleh memilih kebanyakan dari kita akan memilih lensa jarak jauh ketimbang lensa lebar. Tapi bisa jadi alasan Samsung memilih kombinasi ini adalah dalam rangka menghemat biaya produksi.

Sama seperti ponsel keluaran Samsung sejak tahun lalu pada Galaxy S10e ini juga terlihat tombol Bixby, bedanya kali ini tombol tersebut bisa disesuaikan misalnya untuk membuka aplikasi lain. Hanya saja untuk tekan panjang masih tetap dikhususkan untuk Bixby.

Secara global Samsung Galaxy S10e ini diproduksi dalam empat varian warna, tapi tidak kebijakan pihak produsen untuk tiap-tiap pasar tidaklah sama.

Tampilan Galaxy S10e boleh berbeda dibanding kedua saudaranya tapi material yang digunakan tetap berkualitas tinggi sesuai kelasnya demikian pula dengan build quality.
Standar IP68 juga tidak ditinggalkan mentang-mentang harganya lebih terjangkau.

Tampilan Antarmuka (UI) dan Performa

Ponsel terbaru Samsung ini menggunakan tampilan antarmuka One UI berbasis Android Pie 9.0.
Meski One UI ini terasa lebih ringan dan cepat dibanding UI sebelumnya tapi produsen asal Korea ini rupanya masih belum rela melepas bloatware.
Aplikasi-aplikasi bawaan tersebut bisa dinonaktifkan (disabled) tapi sayangnya tak bisa disingkirkan (uninstall).

Salah satu hal menarik dari One UI terbaru ini adalah keberadaan Night Mode yang biasa diakses dengan mudah.
Warna gelap yang ditampilkan untuk Night Mode ini terlihat sangat pas dengan saturasi warna khas layar AMOLED.

Soal performa rupanya Samsung enggan berkompromi, buktinya Samsung Galaxy S10e ditanami Exynos 9820 persis seperti yang digunakan oleh Galaxy S10+ maupun Galaxy S10.
Bedanya untuk Galaxy S10e ini hanya tersedia varian RAM 6 GB dengan kapasitas memori internal 128 GB.

Pada pemakaian sehari-hari kegegasan Samsung Galaxy S10e sama sekali tak berbeda dengan kedua saudaranya yang lebih mahal.
Mungkin perbedaan kapasitas RAM baru akan terasa satu atau dua tahun mendatang ketika aplikasi makin kompleks dan makin bertambah jumlahnya, yang jelas kala sama-sama baru tak terasa ada perbedaan kegegasan.

Sebagian besar game populer seperti “Asphalt 9” atau “Shadow Fight 3” bisa dijalankan tanpa kendala.

Kualitas Layar Samsung Galaxy S10e

Kalau membandingkan spesifikasi teknis layar Samsung Galaxy S10e vs. Samsung Galaxy S10 atau S10+ memang cukup mencolok bahwa dua saudaranya memiliki tingkat resolusi dan ketajaman yang lebih tinggi.

Walau demikian pada pengalaman membandingkan langsung antara ketiganya perbedaan itu terus terang sulit dibedakan.
Layar dengan bentang 5.8 inch serta tingkat resolusi 2280 x 1080 pixels tersebut terlihat tajam, cerah, memiliki viewing angles luas serta tingkat kecerahan tinggi (1200 nits).

Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy S10e

Seperti kedua saudaranya pula layar ponsel ini mendukung standar HDR10+, entah bermanfaat atau tidak bagi Anda mengingat bahwa konten yang HDR10+ sampai saat ini masih sangat terbatas.

Pada pengujian kedipan layar tercatat gejala tersebut baru muncul pada 232 Hz yang artinya sangat rendah, bahkan pengguna dengan mata sensitif sekalipun hampir tidak menyadarinya.

Oleh karena layarnya menggunakan teknologi OLED (AMOLED) maka tidak muncul gejala backlight sebagaimana umum terjadi pada layar dengan teknologi LCD.

Bagi Anda penggemar game layar Galaxy S10e ini juga termasuk ideal karena memiliki tingkat respon 6 milidetik baik untuk transformasi warna hitam ke putih maupun kepekatan abu-abu 50% ke 80%.
Dengan kata lain gejala berbayang (ghosting) takkan dialami pada layar ponsel ini kala digunakan menjalankan game.

Kualitas dan Performa Kamera Samsung Galaxy S10e

Meski tak dilengkapi dengan lensa telephoto namun dua lensa lainnya pada kamera utama Galaxy S10e ini sama persis yang digunakan oleh kedua saudaranya.
Sebenarnya sensor utama 12 MP pada kamera belakang ponsel ini sanggup menangkap detil lebih tinggi dibandingkan iPhone XS Max namun low light performance -nya masih kalah dibanding ponsel buatan Apple tersebut.

Review Kamera Samsung Galaxy S10e Indonesia

Kamera ini didukung pula oleh NPU (Neuro Processing Unit) yang terintegrasi dengan Exynos 9820. NPU ini bertugas mengoptimalkan setting kamera dan mengenai 30 scenes. Pada prakteknya fitur tersebut mampu bekerja dengan baik dalam memaksimalkan kualitas foto, namun untuk saran (tips) yang diberikan ternyata tak selalu bermanfaat.

Foto Hasil Kamera Kamera Samsung Galaxy S10e Indonesia

Kualitas Kamera Samsung Galaxy S10e Indonesia

Contoh Foto Hasil Kamera Samsung Galaxy S10e Indonesia

Contoh Foto Hasil Kamera Samsung Galaxy S10e Indonesia

Untuk lensa lebar sudah dilengkapi OIS dan hasil foto yang ditampilkan sangat memuaskan dengan tingkat detil tinggi, warna alamiah dan tajam.
Sayang pada mode ultra wide baik OIS maupun autofocus tidak disertakan sehingga foto yang dihasilkan tak selalu sesuai dengan harapan.

Beralih ke kamera depan atau kamera swafoto lensa tunggal dengan sensor 10 MP lagi-lagi mampu menampilkan kualitas foto yang baik. Meski untuk mode portrait efek bokehnya tercipta lewat manipulasi perangkat lunak namun bukan berarti hasilnya mengecewakan.

Panggilan dan Jaringan

Seperti biasa untuk melakukan panggilan Samsung Galaxy S10e menggunakan aplikasi bawaan dari tampilan antarmuka One UI.
Kualitas speaker maupun microphone kala digunakan melakukan panggilan terbilang jernih pada volume normal. Tapi saat volume suara ditinggikan muncul gejala distorsi yang cukup mengecewakan untuk sebuah ponsel semahal ini.

Samsung Galaxy S10e sendiri sudah mendukung VoLTE hanya saja selain tidak diaktifkan secara default proses aktivasinya juga cukup membingungkan.
Untuk mengaktifkan dukungan VoLTE tersebut Anda perlu mengakses lewat sub menu “Mobile Network” di bawah “Connection” pada menu “Setting”.

Stamina Baterai

Dilengkapi dengan baterai berkapasitas 3100 mAh Samsung Galaxy S10e mewarisi ciri khas karakter baterai Samsung Galaxy seri S lainnya yang tidak buruk tapi juga tidak istimewa.
Saat Wi-Fi dalam kondisi aktif ponsel ini hanya sanggup bertahan selama 6 jam 56 menit.

Kala dicoba menjalankan konten video pada resolusi 720 pixels dengan tingkat kecerahan layar maupun tingkat volume 100%. Bluetooth dan WiFi aktif demikian pula data secara konstan mengirim e-mail didapat daya tahan 13,5 jam.

Samsung sendiri masih menggunakan teknologi Adaptive Fast Charging yang sebenarnya sudah ketinggalan jaman dibanding kompetitor. Pengisian daya baterai menggunakan charger bawaan dari 0-100% memerlukan waktu 90 menit.
Sebagai perbandingan pada kondisi yang sama Huawei Mate 20 Pro hanya memerlukan waktu 46 menit.

Rekomendasi Dombort: Samsung Galaxy S10e Layak Beli atau Tidak?

Kalau cita-cita Anda sebenarnya memiliki Galaxy S10 atau S10+ namun terkendala anggaran maka tak ada salahnya menjatuhkan pilihan pada Samsung Galaxy S10e yang harganya memang lebih terjangkau.

Ada beberapa kompromi yang harus diterima seperti desain layar yang tidak mengkurva, sensor pemindai sidik jari masih menyatu dengan tombol daya, resolusi layar lebih rendah, kapasitas RAM lebih kecil, serta ketiadaan lensa telephoto.

Tapi dari beberapa kompromi di atas menurut Dombort hanya ketiadaan lensa telephoto -lah yang benar-benar substansial jika membandingkan dengan Galaxy S10+. Sisanya tidak terasa sebagai kekurangan.

Harga Samsung Galaxy S10e dan Spesifikasi

Cek Harga Disini

Terus terang meski tak ada inovasi baru yang ditawarkan oleh Samsung Galaxy S10e namun ponsel ini tetap merupakan salah satu flagship terbaik yang layak dibeli.

Summary
Review Date
Reviewed Item
Samsung Galaxy S10e
Author Rating
41star1star1star1stargray