Samsung Galaxy Note 10+ Dombort

Samsung Galaxy Note 10+ Nyaris Capai Titik Kesempurnaan

Samsung Galaxy Note 10+ yang muncul tak lama selepas kelahiran Galaxy S10+ ternyata dibekali oleh prosesor lebih modern, alih-alih Exynos 9820 kali ini Exynos 9825 lah yang ditanamkan sebagai jantung performa ponsel terkini buatan Samsung tersebut.

Pihak produsen mengklaim bahwa jantung performa baru milik Samsung Galaxy Note 10+ itu tak kurang dari 20% lebih mumpuni ketimbang prosesor milik Galaxy S10+. Namun di balik itu tak sedikit yang meragukan apakah Galaxy Note terbaru ini menawarkan ubahan signfikan dibanding pendahulunya.

Samsung Galaxy Note 10+ dan Spesifikasi

Cek Harga Disini

Spesifikasi Samsung Galaxy Note 10+

OS One UI berbasis Android 9.0 (Pie)
Layar 6.8 inches, 1440 x 3040 pixels, 19:9 ratio (~498 ppi density)
SoC Exynos 9825 (7 nm)
GPU Mali-G76 MP12
RAM 12 GB
ROM 256 GB
Kamera Utama 12 MP, f/1.5-2.4, 27mm (wide), 1/2.55″, 1.4µm, Dual Pixel PDAF, OIS
12 MP, f/2.1, 52mm (telephoto), 1/3.6″, 1.0µm, PDAF, OIS, 2x optical zoom
16 MP, f/2.2, 12mm (ultrawide), 1.0µm, Super Steady video
TOF 3D VGA camera
Kamera Swafoto 10 MP, f/2.2, 26mm (wide), 1.22µm, Dual Pixel PDAF
Sensor Fingerprint (under display, ultrasonic), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer

Samsung DeX (desktop experience support)
ANT+
Bixby natural language commands and dictation

Waterproofing IP68
Baterai Non-removable Li-Ion 4300 mAh battery
Dimensi 162.3 x 77.2 x 7.9 mm
Berat 196 g

Desain dan Penampilan Samsung Galaxy Note 10+

Sejak generasi awalnya Galaxy Note memang tak pernah dimaksudkan sebagai ponsel dengan dimensi kompak.

Tapi menariknya meski secara keseluruhan dimensi Samsung Galaxy Note 10+ hanya sedikit bertambah dibanding pendahulunya namun Samsung masih mampu mempeluas ukuran bentang layar dari 6.4 inch menjadi 6.8 inch.
Bagi Anda yang merasa bahwa layar 6.8 inch terlalu berlebihan, Samsung pun menawarkan alternatif berupa Galaxy Note 10 dengan bentang layar 6.3 inch.

Setelah melihat Galaxy S10+ yang pertama kalinya menempatkan lubang lensa kamera pada layar serta Galaxy A80 dengan kamera berputar rasanya tak cukup ada kejutan pada penampilan Galaxy Note 10+ ini.

Kecuali mungkin pada bagian atas dimana terlihat dua lubang speaker yang konon penempatan itu mampu menghasilkan kualitas suara lebih berimbang serta penempatan lubang microphone di sisi belakang dengan maksud menciptakan efek Zoom-in Audio.

Penempatan tombol juga berpindah dari sisi kanan ke sisi kiri, kondisi ini memaksa pengguna setia Galaxy Note seri-seri sebelumnya melakukan pembiasaan kembali.

Hal paling menonjol dari desain Samsung Galaxy Note 10+ ini terlihat dari panel bagian belakang versi “Aura Glow” yang mampu memendarkan cahaya hingga tercipta efek pelangi. Mengingatkan Dombort semasa kuliah ketika cat bunglon di era awal tahun 2000-an itu populer sekali diadopsi oleh pemilik kendaraan roda dua.

Review Samsung Galaxy Note 10+

Untuk layarnya sendiri Dombort tak sanggup mencegah rasa kagum sebab entah digunakan untuk membaca, memutar film atau menjalankan game semua terlihat istimewa.

Khusus untuk membaca, layar ini mampu mengkalibrasi akurasi teks yang ditampilkan hingga tampak lebih tajam sekaligus nyaman berlama-lama memandangi e-book.

Pada sisi lain layar Galaxy Note terbaru masih sekedar menawarkan tingkat refresh rate standar, padahal Samsung sendiri sudah sanggup membuat layar ponsel dengan tingkat refresh rate 90 Hz untuk pabrikan lain. Mungkin pertimbangan biaya produksi yang jadi alasannya.

Berbeda dengan lubang lensa kamera swafoto milik Galaxy S10+ yang diletakkan agak ke tepi kali ini Galaxy Note 10+ menempatkan lubang tersebut di bagian tengah dan ukurannya pun dibuat sedikit lebih kecil.

Hasil Kamera Samsung Galaxy Note 10+

Perbedaan lain yang langsung terasa membedakan Samsung Galaxy Note 10+ dari Galaxy S10+ adalah kinerja sensor pemindai sidik jari pada layar.
Pada Galaxy Note 10+ kinerja sensor pemindai sidik jari jauh terasa lebih cepat dibanding saudaranya.

Kegegasan dan S-Pen Samsung Galaxy Note 10+

Seperti sempat disinggung di awal bahwa Exynos 9825 yang ditanamkan pada Galaxy Note 10+ ini diklaim memiliki performa lebih baik dibanding Exynos 9820.

Peningkatan kegegasan dibanding Galaxy Note 9 memang cukup terasa, namun sejujurnya jika dibanding Galaxy S10+ yang menggunakan Exynos 9820 Dombort tak sanggup merasakan perbedaannya.

Kalau berpegang pada angka-angka hasil benchmark sendiri didapat peningkatan performa 12% lebih baik dibanding Galaxy S10+. Namun sekali lagi untuk penggunaan langsung perbedaan tersebut tidak terasa.

Terlepas dari seberapa besar peningkatan tersebut yang jelas kegegasan Samsung Galaxy Note 10+ baik untuk penggunaan harian, memutar video maupun menjalankan permainan (game) tidak pernah mengecewakan.

Dibekali pula dengan kapasitas RAM besar yaitu 12 GB ponsel ini terasa gegas sekaligus ideal kala mengaktifkan fitur DeX (mode desktop).

Berbeda dengan ponsel lain dimana fitur kamera menjadi sorotan utama, untuk Galaxy Note sorotan tersebut senantiasa diarahkan pada S-Pen –nya.

Dari generasi ke generasi Samsung terlihat serius mengembangkan dan meningkatkan kemampuan S-Pen tersebut dan tak terkecuali tentu saja di tahun ini.

Dombort sendiri termasuk salah satu pengguna setia S-Pen kerena kepraktisannya kala membuat catatan dalam rapat kemudian menyimpannya dalam format PDF maupun .doc.

Namun konversi ke format .doc atau PDF itu pun harus diakui belum benar-benar sempurna karena kerap muncul jeda paragraf yang tak perlu, mau tak mau pengguna perlu mengedit kembali dokumen tersebut.

Kekurangan tersebut relatif bisa ditolerir, sebab kemanfaatannya dalam mendukung produktivitas tetap terasa signifikan.

Kemampuan baru dari S-Pen milik Galaxy Note 10+ yang tak dimiliki oleh generasi sebelumnya adalah “Air Actions”.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna melakukan ubahan dan pengaturan kamera dengan menggerakkan S-Pen di udara layaknya tongkat ajaib milik Harry Potter.

Pengaturan yang bisa dilakukan dengan “Air Actions” tersebut masih sangat terbatas tapi terasa cukup menghibur.

Sama halnya pada Galaxy Note 9 S-Pen tersebut bisa berfungsi juga sebagai tombol kamera.

Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Note 10+

Performa dan Kualitas Kamera

Walau bukan key selling point bukan berarti kamera Samsung Galaxy Note 10+ tak bisa diapresiasi.

Kamera Galaxy Note 10+ pada dasarnya sama seperti kamera milik Galaxy S10+ perubahan minimal hanya dilakukan pada lensa jarak jauh (telephoto) yang kini memiliki nilai aperture f/2.4.

Memang ada fitur baru seperti “Time of Flight” namun menurut penilaian Dombort fitur tersebut belum terasa manfaatnya untuk saat ini.

Secara keseluruhan keempat lensa kamera yang dipasang pada Samsung Galaxy Note 10+ sanggup menghasilkan kualitas foto memuaskan dengan warna hidup, detil tinggi, gambar cerah dan tajam serta dynamic ranges ideal.

Kemampuannya kala digunakan di malam hari (low-light performance) juga terlihat sangat baik, konon Pixel buatan Google sanggup tawarkan mode malam hari lebih baik namun Dombort sendiri belum pernah mencobanya.

Bisa jadi kamera Samsung Galaxy Note 10+ memang bukan yang terbaik karena kini ada banyak produsen yang menekankan inovasi pada kamera, namun pastinya kamera Galaxy Note 10+ sanggup menghasilkan foto-foto dengan kualitas sangat memuaskan.

Stamina Baterai

Dibekali dengan baterai berkapasitas 4300 mAh Galaxy Note 10+ masih menyisakan daya baterai sekitar 40% di akhir hari untuk penggunaan normal ala Dombort.

Pengisian ulang daya baterai dari 5% ke 40% hanya memerlukan waktu 15 menit dengan menggunakan charger bawaannya.

Perlukah Upgrade dari Galaxy Note 9 ke Galaxy Note 10+?

Pertanyaan sejak awal yang hampir pasti muncul di benak pengguna Galaxy Note 9 tentu adalah sepadan tidakkah melakukan upgrade saat ini?

Terus terang sepanjang tahun 2019 ini Dombort belum menemukan satupun ponsel kelas flagship yang menawarkan perubahan signifikan dibanding pendahulunya.
Kondisi ini juga dialami oleh Samsung Galaxy Note 10+.

Jangan salah, Samsung Galaxy Note 10+ adalah salah satu ponsel terbaik tapi kalau Anda berencana melepas Galaxy Note 9 dan mengganti dengan Samsung Galaxy Note 10+ terus terang Dombort tak menilainya sebagai keputusan bijak.

Tapi bagaimanapun semua itu kembali pada Anda masing-masing, sebab tentunya setiap orang memiliki pertimbangannya sendiri.

Summary
Review Date
Reviewed Item
Samsung Galaxy Note 10+
Author Rating
41star1star1star1stargray