Samsung Galaxy Fold

Samsung Galaxy Note Bukan Lagi Pilihan Early Adopter

Dulu di awal kehadirannya seri Samsung Galaxy Note selalu identik dengan inovasi. Fitur dan teknologi yang sebelumnya tak muncul di ponsel lain dengan berani diusung oleh seri flagship Samsung tersebut.

Tahun 2011 ketika pertama kali Samsung merilis generasi pertama Galaxy Note tidak ada konsumen dan bahkan mungkin juga produsen yang menduga bahwa ponsel dengan ukuran layar selebar itu bakal menjadi trend.
Namun Galaxy Note berani memulainya, dan di kemudian hari pabrikan lain pun mengikuti sampai hari ini.

Dalam perkembangan selanjutnya dari tahun ke tahun Galaxy Note tetap menjadi perintis inovasi di industrinya.

Tapi ternyata sejak tahun 2020 ini situasinya tidak lagi sama.
Samsung Galaxy Note memang masih jadi ponsel favorit bagi pengguna yang menuntut produktivitas tinggi dari sebuah ponsel. Namun pada sisi lain Galaxy Note tak lagi diposisikan sebagai trend setter atau early adopter oleh sang produsen.

Samsung Galaxy Note

Samsung tak berencana mempensiunkan Galaxy Note, bahkan pengembangannya masih terus berlanjut. Bedanya, jika dulu arah pengembangan seri ini adalah menjadi early adopter kini lebih ke arah memaksimalkan produktivitas.

Sedangkan untuk early adopter kini Samsung merilis seri Samsung Galaxy Fold.
Galaxy Fold kini menjadi ladang baru bagi Samsung untuk mengutak-atik inovasi.
Tahun ini misalnya Galaxy Fold tampil dengan lapisan kaca yang sangat tipis dibanding ponsel lain, setelah berkaca dari seri pertama kini generasi kedua didesain ulang agar jarak antar dua layar tidak lagi mudah disusupi oleh debu.

Pertanyaannya adalah apakah Samsung bakal terus mempertahankan seri Galaxy Note?
Sebab makin lama keunikannya makin berkurang. Bukan tidak mungkin untuk memangkas lini produk nantinya Samsung bakal mematikan seri ini.

Bisa saja Samsung memberikan S-Pen pada Galaxy seri S dan kemudian menghentikan produksi Galaxy Note.
Bagaimana menurut Anda?