Review Realme 7 Pro

Realme 7 Pro Gantikan Refresh Rate 90 Hz dengan Super AMOLED

Saat ini Anda yang berminat sudah bisa melakukan pre-order Realme 7 Pro dengan banderol sedikit lebih mahal dibanding pendahulunya. Jika dulu Realme 6 Pro dibanderol Rp 4,599 Juta untuk versi 8 R GB/128 GB kini Anda bisa menebus Realme 7 Pro dengan harga Rp 4,999 Juta untuk kapasitas RAM dan media penyimpanan internal yang sama.

Meski dibanderol sekitar Rp 400 ribu lebih mahal namun fitur layar dengan refresh rate 90 Hz disingkirkan dari Realme 7 Pro sebab pihak produsen pilih memasangkan layar Super AMOLED untuk produk terbarunya ini.

Keputusan pabrikan memunculkan rasa ragu bagi sebagian calon konsumen, kira-kira sepadankah menambah uang sebesar itu sementara salah satu fitur andalan pendahulunya kini sudah disingkirkan?

Membantu Anda yang tengah mempertimbangkan antara membeli Realme 7 Pro atau Realme 6 Pro maka Dombort kali ini mencoba mengulas salah satu ponsel terbaru besutan Realme itu sehingga Anda bisa membandingkannya dengan Realme 6 Pro yang sudah pernah Dombort bahas beberapa bulan silam.

Realme 7 Pro dan Spesifikasi

Cek Harga Disini

Spesifikasi Realme 7 Pro

OS Realmi UI berbasis Android 10
Layar 6.4 inches, 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~411 ppi density)
SoC Qualcomm SM7125 Snapdragon 720G (8 nm)
GPU Adreno 618
RAM 8 GB
ROM 128 GB
Kamera Utama 64 MP, f/1.8, 26mm (wide), 1/1.73″, 0.8µm, PDAF
8 MP, f/2.3, 119˚, 16mm (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
2 MP, f/2.4, (macro)
2 MP, f/2.4, (depth)
Kamera Swafoto 32 MP, f/2.5, 24mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm
Sensor Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass
Waterproofing Water-repellent coating
Baterai Non-removable Li-Po 4500 mAh battery
Dimensi 160.9 x 74.3 x 8.7 mm
Berat 182 g

Apa yang Anda Temukan dalam Kardus Realme 7 Pro?

Di dalam kardus kuning boks Realme 7 Pro selain unit ponselnya sendiri Anda akan mendapati sebuah pengisi daya charger 65W yang mendukung teknologi pengisian cepat “SuperDart”, sebuah kabel USB tipe C, jarum pembuka tray kartu SIM, soft case serta dokumen.

Kardus Boks Realme 7 Pro

Unit ponselnya sendiri terlihat lebih segar atau bisa dibilang lebih modern jika dibanding Realme 6 Pro yang digantikannya.
Ubahan paling kentara tentu terlihat pada bodi bagian belakang yang tak lagi mengaplikasikan pattern kilat. Sebagai gantinya sang produsen memberikan tampilan lebih minimalis yang sekaligus mencerminkan kesan lebih elegan.

Desain Belakang Realme 7 Pro

Sekilas lalu tak ada ubahan menarik untuk tampilan bagian depan, namun jika diperhatikan lebih teliti sebenarnya lubang lensa swafoto yang terletak pada sudut kiri atas layar kini mengecil jika dibanding Realme 6 Pro.

Kamera Swafoto Realme 7 Pro

Selain itu pelapis layarnya sendiri sudah mengadopsi Corning Gorilla Glass 3+, yang menurut pihak Corning pada dasarnya dari sisi kekuatan hampir mendekati Gorilla Glass 5 namun dengan harga yang lebih miring.

Keputusan Realme melapis layar Realme 7 Pro dengan Corning Gorilla Glass 3+ bagaimanapun merupakan sebuah penurunan, sebab Realme 6 Pro saja sudah menggunakan Gorilla Glass 5.

Material pembuat bodi masih mempertahankan plastik, hanya saja karena permukaan ponsel kini bertipe matter maka kalau muncul goresan hasilnya bakal lebih tersamar dibanding permukaan glossy.

Dimensi keseluruhan yang berkurang membuat Realme 7 Pro lebih nyaman dan mudah digenggam dibanding Realme 6 Pro. Meski demikian mengoperasikan dengan satu tangan tetap tidak nyaman.

Layar Super AMOLED Pantas Menggantikan 90 Hz?

Hal paling kontroversial dari Realme 7 Pro setidaknya dari kacamata Dombort adalah disingkirkannya layar dengan refresh rate 90 Hz untuk memberi jalan bagi layar Super AMOLED.

Memang secara logika mestinya layar Super AMOLED menampilkan ketajaman warna lebih baik dibanding layar IPS sekalipung dengan refresh rate 90 Hz. Namun dari sisi fluiditas kala menggulung layar dan lebih lagi untuk bermain game jelas Super AMOLED dengan refresh rate 60 Hz tak menawarkan kinerja setara layar IPS dengan 90 Hz.

Pertanyaan mendasarnya: “Sepadankah mengganti layar IPS 90 Hz dengan layar Super AMOLED?”

Memang pada satu sisi ponsel ini jadi kehilangan keunikan yang membuatnya selama ini berbeda dibanding ponsel lain di kisaran harga kurang dari Rp 5 juta lainnya.

Namun pada sisi lain penggunaan teknologi layar Super AMOLED berarti juga pabrikan bisa memberikan fitur baru berupa sensor pindai sidik jari pada layarnya, belum lagi kehadiran fitur “Always on”.

Pemindai Sidik Jari Realme 7 Pro

Kala digunakan di luar ruangan dengan paparan matahari pun layar Realme 7 Pro terasa lebih jelas dibaca dibanding layar Realme 6 Pro. Alasannya karena teknologi Super AMOLED mampu memberikan warna hitam yang lebih pekat dibanding teknologi IPS sehingga kontras ditampilkan dengan lebih baik pula.

Kualitas Layar Super AMOLED Realme 7 Pro

Untuk pemakaian sehari-hari termasuk memutar video layar Super AMOLED terasa lebih baik karena saturasi warnanya memang lebih baik.

Kegegasan Realme 7 Pro Lebih Baik Dibanding Realme 6 Pro?

Kejutan lain dalam arti sedikit mengecewakan adalah keputusan produsen untuk tetap menggunakan Snapdragon 720G persis seperti yang dipakai oleh Realme 6 Pro.
Kapasitas RAM yang ditawarkan juga persis sama yaitu 8 GB.

Sebenarnya RAM sebesar ini terlalu berlebihan untuk ponsel sekelas Realme 7 Pro, rasanya RAM 6 GB lebih masuk akal dan mestinya juga lebih ekonomis.

Kegegasan Ponsel Realme 7 Pro

Kapasitas media penyimpanan internal juga masih bertahan 128 GB, dari total kapasitas tersebut Anda masih bisa memanfaatkan ruang sebesar 108, 66 GB kala ponsel dalam kondisi baru.

Secara keseluruhan kegegasan Realme 7 Pro ini sangat baik namun memang kalau dibandingkan langsung dengan Realme 6 Pro terasa pergerakan layar tidak semulus pendahulunya itu.
Walau demikian game seperti “Call of Duty”, “PUBG Mobile” dan “Shadow Legends” masih bisa dijalankan secara lancar dengan pengaturan maksimal.

Kamera Realme 7 Pro Sekedar Upgrade dari Realme 6

Di fitur kamera lagi-lagi Realme melakukan langkah kontroversial, alih-alih menyempurnakan kamera Realme 6 Pro yang ada justru sekedar melakukan upgrade dari kamera Realme 6.

Upgrade tersebut tampak dari penggunaan sensor Sony IMX682 menggantikan Samsung GW1 pada Realme 6, sedangkan kamera lainnya tidak berubah.
Karena berangkat dari Realme 6 maka lensa jarak jauh dengan pembesaran optikal hingga 2x seperti yang dimiliki oleh Realme 6 Pro tak lagi ditemukan di Realme 7 Pro ini.

Memang pada dengan kamera Realme 6 Pro Anda masih bisa melakukan pembesaran hingga 2x, namun pembesaran tersebut dilakukan secara digital sehingga hasilnya tak setajam pembesaran optikal.
Perbedaan itu tak cukup kentara saat dilihat di layar ponsel, namun begitu dibuka dengan laptop lebih-lebih dicetak maka perbedaannya cukup kentara.

Bagian ini yang sangat disayangkan oleh Dombort, sebab lensa jarak jauh dengan pembesaran optikal 2x milik Realme 6 Pro selain untuk juga masih yang terbaik di kelasnya sampai hari ini.

OK, cukup dengan kekecewaannya… Lantas bagaimana dengan kualitas foto yang dihasilkan oleh kamera Realme 7 Pro ini sendiri?

Lensa kamera utamanya mampu menghasilkan kualitas foto yang menampilkan tingkat detil tinggi dengan warna tajam untuk standar ponsel harga kurang dari Rp 5 Juta. Meski demikian kualitasnya tak jauh berbeda dengan para kompetitor di segmen ini.

Foto Hasil Kamera Realme 7 Pro

Foto Hasil Kamera Realme 7 Pro Indoor

Pada pemotretan malam hari kamera akan berusaha menyamarkan tingkat “noise” secara digital namun hasilnya warna yang ditampilkan menjadi kurang alamiah.

Foto Hasil Kamera Realme 7 Pro Malam

Sedangkan untuk lensa kamera lainnya tidak akan dibahas karena pada dasarnya sama persis dengan Realme 6. Anda bisa membuka ulasannya kembali jika masih penasaran.

Stamina Baterai

Realme 7 Pro ditanami baterai dengan kapasitas 4500 mAh, karena sudah menggunakan layar Super AMOLED yang hemat sumber daya maka mestinya kapasitas tersebut cukup baik untuk penggunaan wajar harian.
Dombort sendiri mendapati baterainya sanggup bertahan selama dua hari lebih untuk pemakaian normal ala Dombort.

Charger 65W Realme 7 Pro

Namun kalaupun Anda maniak game yang merupakan aktivitas boros baterai keberadaan pengisi daya 65W bakal jadi kelebihan tersendiri.
Pihak pabrikan memang mengklaim pengisian ulang daya baterai dari 0-100% hanya memerlukan waktu 34 menit namun pengalaman Dombort ternyata waktu yang dibutuhkan lebih dari 40 menit.

Sementara itu pengisian daya selama 10 menit sudah sanggup membuat ponsel ini bertahan selama sehari untuk pemakaian normal.