Mengenal GPU Adreno, Mali, PowerVR dan Apple GPU

Mengenal GPU Adreno, Mali, PowerVR dan Apple GPU

Mengenali karakteristik GPU Adreno, Mali, PowerVR ataupun Apple GPU belakangan terasa makin penting sebab kian hari kian banyak pengguna ponsel yang menggunakan perangkatnya untuk menjalankan game.
Judul game seperti “PUBG”, “Battle Royale” atau “Fortnite” sejauh ini menjadi tiga permainan paling populer diantara para pengguna ponsel dan diikuti oleh beberapa judul lainnya.

Karenanya tak heran jika tuntutan akan performa GPU jadi kian tinggi dan sebagian besar calon pembeli pun makin serius mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan GPU Adeno, Mali, PowerVR dan Apple GPU demi menikmati kesenangan bermain lewat ponsel.

Lewat artikel berikut Dombort mencoba memberikan pengenalan dan sedikit karakteristik dari masing-masing GPU Adreno, Mali, PowerVR dan Apple GPU tersebut dengan harapan memberi gambaran awal mana dari nama-nama tersebut yang paling mampu memenuhi harapan Anda dalam bermain game di ponsel.

Mengenal GPU Adreno, Mali, PowerVR dan Apple GPU

Jenis-Jenis GPU Pada Ponsel

GPU Adreno

GPU Adreno vs Mali vs PowerVR vs Apple
Tak dipungkiri bahwa GPU Adreno adalah yang paling populer sekaligus diyakini paling tangguh menjalankan game dibanding merek GPU lainnya.
Karena Qualcomm merupakan perancang sekaligus pemilik merek Adreno maka tak heran kalau GPU ini ditemukan pada ponsel-ponsel yang menggunakan chipset Snapdragon besutan Qualcomm pula.

Cikal bakal GPU Adreno ini sebenarnya adalah Imageon yang dikembangkan oleh ATI Technologies. Nama ATI tentu tidak asing bagi penggemar game PC, ATI ini sendiri dikemudian hari diakuisisi oleh AMD.
Sedangkan Imageon dijual ke Qualcomm yang kemudian melakukan rebranding menjadi Adreno yang kita kenal saat ini.

Sampai saat tulisan ini diterbitkan Adreno memang adalah satu-satunya GPU yang mampu bersaing ketat dengan GPU milik Apple.
Jadi memang performa GPU Adreno bukan mitos belaka.

Tidak salah menyebutkan GPU Adreno lebih baik dibanding GPU Mali, namun ini berlaku kalau keduanya merupakan model sekelas. Misalnya GPU terbaik Adreno vs GPU terbaik Mali, namun kondisinya tidak berlaku demikian jika bukan dibandingkan model sekelas.

GPU ARM Mali

GPU ARM Mali
GPU Mali sejatinya merupakan merek yang dipegang oleh ARM Holdings, namun perusahaan tersebut melisensikan kepada beberapa perusahaan lain seperti Samsung, MediaTek dan juga Huawei. Itulah sebabnya pada ponsel ber- chipset MediaTek atau ponsel buatan Samsung dan Huawei Anda kerap mendapati GPU Mali yang menyertai chipset masing-masing.

Biasanya jumlah core pada GPU Mali mudah diidentifikasi dari nama seri yang mengikuti. Ambil contoh misalnya Mali T880 MP12 artinya GPU tersebut memiliki 12 cores.

Memang performa sebuah GPU lebih banyak ditentukan oleh arsitekturnya, namun jumlah cores berdampak pula terhadap performa jadi tak ada salahnya menjadikan angka tersebut untuk sekedar memberi gambaran terhadap performanya.

GPU Mali sendiri telah mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mali makin mampu mempertipis perbedaannya dengan GPU milik Apple maupun Adreno milik Qualcomm. Tapi sampai hari ini memang belum benar-benar mampu menyamai keunggulan GPU Adreno maupun Apple.

Itulah sebabnya ponsel dengan chipset MediaTek, Kirin maupun Exynos sampai hari ini belum memiliki kemampuan menjalankan game sebaik ponsel ber- chipset Snapdragon maupun Bionic A.

PowerVR

GPU PowerVR
PowerVR tadinya kerap ditemukan pada ponsel iPhone sebelum kemudian Apple beralih pada Fusion hingga hari ini.

Kelekatan PowerVR dengan iPhone menimbulkan persepsi seola PowerVR adalah buatan Apple, padahal nyatanya tidak demikian.
Pemilik merek dan perancang PowerVR adalah perusahaan bernama Imagination Technologies yang kemudian sama seperti ARM memberi lisensi kepada perusahaan lain seperti Apple (dulu), Samsung, Intel dan Spreadtrum.

Sampai sekarang GPU PowerVR ini masih bisa dijumpai pada beberapa chipset MediaTek.

Apple GPU

GPU Apple Bionic A Series
Bersamaan dengan kelahiran Bionic A11 Apple mulai membuat GPU –nya sendiri, meski usia GPU tersebut terbilang muda dibanding para kompetitor namun ternyata performanya mampu menyamai bahkan beberapa kali mengungguli GPU Adreno besutan Qualcomm.

Faktor Penentu Performa GPU

Setelah mengenai masing-masing merek/jenis GPU yang terdapat pada perangkat ponsel kini Dombort mencoba memberikan panduan untuk mengenali faktor apa sajakah yang menentukan performa sebuah GPU.

Fabrikasi dan Arsitektur

Fabrikasi dan arsitektur adalah faktor terpenting yang paling berpengaruh terhadap performa sebuah GPU.
Itu sebabnya tiap-tiap produsen begitu cepat dalam melakukan pengembangan arsitektur serta fabrikasi untuk mengikuti tuntutan aplikasi yang makin haus kemampuan olah grafis.

Nama arsitektur biasanya paling mudah dikenali pada GPU ARM Mali karena dicantumkan dalam tiap-tiap model. Mali-strongG76-MP10 misalnya, kode G76 merupakan nama arsitektur dari GPU yang dibuat oleh ARM pada tahun 2018 silam.

Sementara itu fabrikasi menentukan tingkat efisiensi dan kecepatan GPU tersebut yang ditunjukkan dengan satuan nm, makin kecil nilai nm makin tinggi tingkat efisiensinya.
Makin baik efisiensinya berarti makin kecil pula peluang terjadi overheat.

Jumlah Cores/Processing Unit

Berbeda dengan ARM Mali yang mudah dikenali arsitektur maupun jumlah core -nya untuk GPU Adreno dan Apple tidak demikian, sebab kode namanya tidak mencerminkan identitas tersebut.

Karena itu untuk membandingkan performa lebih mudah memantau hasil benchmark pihak ketiga, salah satunya adalah “Centurion Mark” dari Tech Centurion.
Centurion Mark memberi 4 poin informasi terkait performa sebuah GPU yaitu:

Performance in Heavy Games

Extended Gaming Performance

Raw GPU Benchmarks

Performance in Casual Games

Bagaimana Menginterpretasikan Hasil Uji Centurion Mark?

Setelah mendapati hasil dari uji performa sebuah GPU bagaimana menterjemahkan/menginterpretasikan bacaan tersebut? Berikut Dombort sertakan panduannya dari sumber yang sama:

Hasil Uji Centurion Mark > 100

Di atas angka 100 menunjukkan bahwa ponsel yang diuji memiliki performa GPU sangat baik.
Jika Anda ingin menjalankan game “PUBG” atau “Fortnite” dengan lancar pada resolusi tinggi seperti 2160 pixels atau 1440 pixels pada tingkat pengaturan tertinggi maka GPU pada ponsel tersebut harus mampu mencatatkan hasil di atas 100 pada uji “Centurion Mark”

Hasil Uji Centurion Mark 90-100

Pada rentang angka ini Anda bisa menjalankan game haus grafis dengan lancar pada resolusi 1080 pixels.

Hasil Uji Centurion Mark 65-89

Selama memilih tingkat pengaturan low/medium pada resolusi 1080 pixels Anda masih bisa mengharapkan pengalaman bermain tanpa gangguan lag

Hasil Uji Centurion Mark 50-64

Game bisa berjalan cukup lancar pada tingkat pengaturan low dengan resolusi 1080 pixels. Untuk mendapatkan performa maksimal maka resolusi harus diturunkan menjadi 720 pixels.

Hasil Uji Centurion Mark < 50

Kalau ponsel Anda hanya memperoleh hasil kurang dari 50 maka sebagian besar judul game masih dapat berjalan cukup lancar pada resolusi 720 pixels namun sebatas pada tingkat pengaturan grafis low.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui seputar perbedaan dan pengenalan GPU Adeno, Mali, PowerVR dan Apple GPU berikut cara memahami performa masing-masing.

Setelah membaca itu Anda akan tahu bahwa untuk mempertimbangkan kemampuan sebuah ponsel menjalankan game tak semata-mata bisa dijawab dengan pertanyaan “GPU Adreno vs Mali Lebih Bagus Mana?

Summary
Mengenal  dan Membandingkan GPU Adreno, Mali, PowerVR serta Apple GPU
Article Name
Mengenal dan Membandingkan GPU Adreno, Mali, PowerVR serta Apple GPU
Description
GPU Adreno diyakini lebih tangguh menjalankan game dibanding GPU Mali dari ARM, mitos atau faktakah pendapat ini? Bagaimana dengan GPU PowerVR dan Appe A series? Artikel berikut memberikan perkenalan dan ulasan singkat mengenai masing-masing GPU pada ponsel tersebut.
Author
Publisher Name
Dombort Review dan Daftar Produk Terbaik