Harga Huawei P10 dan Spesifikasi

Huawei P10 Kamera Mantap, Tapi…

Mungkin tidak banyak pembaca yang tahu bahwa tahun lalu Huawei Indonesia memasukkan flagship Huawei P9. Meski handphone tersebut banyak mendapat sorotan positif terutama berkat teknologi dan lensa kamera Leica namun dari sisi penjualan sama sekali tidak menggembirakan.

Masih menggandeng Leica sebagai pembesut kameranya tahun ini Huawei P10 muncul sebagai penerus. Handphone Android terbaru Huawei yang digadang-gadang bakal sanggup bersaing dengan Samsung Galaxy S8 dan LG G6 tersebut mengusung kamera ganda 20 MP dan 12 MP di belakang serta sensor 8 MP untuk kamera selfie. Membuat penasaran bukan bagaimana kesanggupan P10 menghadapi Galaxy S8 dan LG G6?

Elegan Konvensional à la Huawei P10

Kalau membandingkan penampilan Galaxy S8 vs Huawei P10 yang disebut belakangan terkesan lebih konvensional, tidak ada layar melengkung di tepi dan tidak ada pula kesempurnaan perpaduan antar dua material berbeda à la Samsung Galaxy S8.

Sekalipun konvensional bukan berarti buruk, malah sebaliknya Huawei P10 mampu menunjukkan kesan premium serta elegan sebagaimana diharapkan dari sebuah ponsel kelas high-end. Dibandingkan P9 hanya ada ubahan minor seperti sensor pemindai sidik jari yang kini berpindah ke bagian depan.

Sensor pemindai sidik jari Huawei P10 menurut Dombort adalah kelebihan unik yang dimilikinya dibanding merek lain. Bukan soal akurasi atau kecepatan, tingkat akurasinya justru sedikit mengecewakan. Keistimewaannya terletak pada keberhasilan Huawei membuat seolah sensor tersebut benar-benar menyatu dengan bodi, bukan terpisah sebagai dua bagian sebagaimana umumnya pemindai sidik jari di ponsel lain.

Dombort terpesona dengan desain, build quality serta keanggunan P10, sayangnya material yang digunakan masih tetap terasa licin seperti pendahulunya.

Samsung Galaxy S8 vs Huawei P10

Di sisi depan Huawei P10 justru menggunakan layar 5.1 inch yang berarti 0.1 inch lebih kecil dibandingkan P9, karena tingkat resolusinya tetap maka tingkat kerapatan warna meningkat menjadi 423 ppi. Secara teoritis layar berteknologi IPS NEO LCD ini sangat baik, sayang Dombort mendapati bahwa akurasi warnanya tidak sesuai harapan. Selain itu kalau membandingkan dengan layar Galaxy S8 atau LG G6 maka kentara sekali bahwa Huawei belum bisa menyamai kedua kompetitor yang berasal dari Korea tersebut.

Kekecewaan kami berlanjut ketika menyadari pihak pabrikan masih tidak beranjak dari prosesor tahun lalu yaitu Kirin 960 dengan RAM 4 GB serta ROM 64 GB. Jangan salah, Dombort tahu betul bahwa performa prosesor ini sangat baik termasuk kala ditugasi menjalankan game “NFS: No Limits and Smash Hit. Kemampuan menangani multitasking juga sangat baik, termasuk kemampuannya memanajemen panas. Tapi coba tengok LG atau Samsung yang senantiasa menggunakan SoC terbaru sekalipun versi tahun lalu masih memadai, seperti itulah yang diharapkan sebagian besar konsumen kelas high-end.

Harga Huawei P10 dan Spesifikasi

RILISBulanApril, 2017
KetersediaanTersedia di sini
BODIDimensions143.4 x 71.4 x 8.5 mm
Weight142g
SIM SlotDual SIM (Nano SIM )
LAYARTypeIPS LCD capacitive touchscreen
Size5.2 inches’ (~73.3% screen-to-body ratio)
Resolution1080 x 1920 pixels (480 dpi)
Multi-touchYes, 10-points
JARINGANNetwork SupportGSM/3G/LTE
2G Bands900/1800
3G Bands2100
4G Bands1800
SpeedHSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps
PLATFORMOsAndroid OS v7.0 (Nougat), Emotion 5.1 UI
ChipsetHiSilicon Kirin 655
CPUOcta-core 2.1 GHz (64-bit)
GPUMali-G71
MEMORYCard SlotYes, up to 256 GB
internal64 GB, 4 GB
KAMERAPrimary20MP, 12 MP, LED flash light, LEICA coated
FeaturesGeo-tagging, touch focus, face detection, HDR, panorama
Video[email protected]
Secondary8 MP, 1080p
COMMSWLANWi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, WiFi Direct, DLNA, hotspot
Bluetoothv4.1
GPSYes, with A-GPS
RadioYes
USBmicroUSB v2.0
FITURSensorsFingerprint, accelerometer, proximity, compass
BATERAINon-removable Li-Ion 3100 mAh battery
HARGARp 7 Juta-an
LAIN-LAINWarnaBlack, White, Gold

Anda Harus Bayar Mahal untuk Kamera Huawei P10

Masuklah ke fitur kamera yang merupakan key selling point Huawei P10 terutama karena nama Leica disematkan di sini.
P10 menggunakan lensa kamera utama dengan sensor monokrom 20 MP f/2.2 dan sensor RGB 12 MP f/2.2. Masing-masing didukung oleh OIS serta 4-in-1 hybrid autofocus yang meliputi laser, phase-detect, depth, and contrast detection.
Sedangkan kamera sekunder –nya mengadopsi lensa 8 MP f/1.9 yang juga buatan Leica.

Pada mode normal kamera dengan sensor 12 MP –nya sanggup menghasilkan foto yang tajam dengan tingkat noise rendah. Tapi seperti umumnya kamera ponsel tingkat detil yang ditangkap berkurang drastis kala digunakan di dalam ruangan atau malam hari.

Hasil Kamera Huawei P10

Selain mode normal tersedia pula mode vivid yang membuat warna menjadi lebih mencolok sebagaimana selera kebanyakan pengguna ponsel belakangan ini. Tapi bagi Dombort mode ini tidak ideal karena warna-warna tersebut jauh dari kondisi sebenarnya.

Kelebihan dan Kekurangan Huawei P10

Sementara itu untuk mode monokrom dengan sensor 20 MP –nya Dombort menilai bahwa Huawei P10 masih yang terbaik. Meski saat ini sudah ada beberapa kompetitor yang menawarkan lensa serupa tapi dari sisi kualitas foto yang dihasilkan tidak ada yang mampu mendekati kualitas yang ditampilkan oleh kamera Huawei P10.

Review P10 Indonesia

Kesimpulan

Meski masih menggunakan prosesor tahun lalu tapi tak bisa ditampik bahwa performa masih menjadi salah satu keunggulan dari Huawei P10, sementara keunggulan lain sudah jelas adalah fitur kamera Leica –nya tepatnya pada mode monokrom yang jelas-jelas superior dibanding merek manapun yang ada di pasaran saat ini.

Tapi pada sisi lain ada beberapa kekurangan Huawei P10 seperti banderol harga kelewat mahal serta stamina baterai di bawah rata-rata.
Sebenarnya Huawei juga merilis Huawei Mate 9 dengan spesifikasi mirip P10 tapi memiliki layar lebih lebar dan kapasitas baterai lebih besar. Satu-satunya fitur P10 yang hilang pada Mate 9 adalah mode Portrait pada kameranya.

Tahun lalu Huawei P9 dijual di Indonesia dengan harga resmi Rp 7 Juta, tampaknya P10 akan dijual beberapa ratus ribu Rupiah lebih mahal dibanding pendahulunya itu. Tapi saat ini versi garansi resmi belum dijual di Indonesia sehingga sementara waktu Anda akan mendapati banderolnya bisa mencapai Rp 9 Juta-an.