HP dengan Kamera Terbaik

Ponsel dengan Kamera Terbaik, Bagaimana Memilihnya?

Pembeli ponsel makin menilai bahwa kamera merupakan fitur utama dari sebuah telepon selular. Pada sebuah keputusan pembelian umum ditanyakan hal-hal seperti HP Samsung yang memiliki kamera terbaik, HP dengan kamera terbaik untuk selfie hingga pertanyaan kurang logis seperti HP dengan kamera terbaik di bawah 2 Juta.

Perilaku tersebut ditangkap dengan baik oleh produsen. Oppo dan Vivo misalnya secara khusus memiliki lini produk ponsel selfie. Sementara di kelas flagship produk terbaru Samsung Galaxy seri S, LG seri G, iPhone dan belakangan ini Huawei seri P diyakini sudah mampu menawarkan kamera ponsel dengan performa setara kamera point-and-shoot.

Sementara hampir semua pabrikan mengklaim produknya dilengkapi kamera mumpuni, dalam benak konsumen senantiasa muncul pertanyaan faktor-faktor atau parameter apa yang bisa digunakan menilai potensi sebuah kamera ponsel.
Dulu konsumen awam meyakini bahwa sensor semata (nilai MP) menentukan kualitas sebuah kamera, tapi coba tengok bagaimana kamera Samsung Galaxy S8 yang menggunakan sensor 12 MP sanggup mempecundangi Infinix S2 dengan sensor 13 MP.

Mencari HP dengan Kamera Terbaik? Ini Parameternya!

Tipe Sensor

Tidak salah jika sensor dipercaya memiliki peran dalam menentukan kualitas foto yang dihasilkan oleh sebuah kamera, hanya saja ia tidak menjadi satu-satunya faktor.
Peran sensor sebenarnya cukup vital karena ia menentukan ukuran foto yang dihasilkan, tingkat resolusi, focal rangeserta tingkat kompatibilitas lensa. Hal paling langsung dirasakan pengguna adalah jenis sensor yang digunakan menentukan sebesar apa foto bisa diperbesar tanpa mengurangi kualitas gambar.

Kebanyakan kamera ponsel dahulu menggunakan sensor tipe CCD (charged couple device). Sensor ini merupakan teknologi lawas yang diadopsi masa-masa awal ponsel mulai dilengkapi kamera, meski demikian saat ini pun masih cukup banyak ponsel kelas low-end yang menggunakan sensor CCD.

Opsi terpopuler yang ada saat ini adalah sensor CMOS (complementary metal oxide semiconductor). Versi CMOS yang beredar saat ini sudah cukup modern sehingga mampu menyamai sensor CCD dari sisi efisiensi maupun kecepatan.

Dan tipe ketiga meski belum sepopuler CMOS namun mulai banyak diadopsi oleh kamera ponsel kelas high-end adalah sensor BSI. Teknologi yang digunakan sedikit berbeda dari CCD dan CMOS, keunggulan BSI dibanding kedua tipe lainnya adalah kemampuan menangkap lebih banyak cahaya ke dalam setiap pixel sehingga selain low light performance -nya meningkat juga umumnya menghasilkan noise lebih minim kala digunakan di dalam ruangan.

Ukuran Sensor

Secara teoritis memang semakin besar sensor yang digunakan maka semakin banyak cahaya ditangkap. Berdasar asumsi tersebut maka semakin besar ukuran sensor maka peluangnya menghasilkan foto berkualitas baik di dalam ruangan semakin besar pula.

Jika Anda hendak mempertimbangkan membeli sebuah handphone baru dan penasaran dengan ukuran sensor yang digunakan paling mudah adalah menilik spesifikasi kamera dengan satuan inch, seperti 1/1.5 inch atau 1/1.2 inch. Sampai hari ini ukuran terbesar yang digunakan di kamera ponsel adalah 1/2.3 inch.

Ukuran Pixel

Konsumen sering bertanya kenapa meski menggunakan sensor berukuran besar namun kualitas foto yang dihasilkan tidak sama?
Salah satu alasan yang kerap terjadi adalah perbedaan ukuran pixel. Sensor lebar jika tidak disertai dengan ukuran pixel yang besar pula maka tidak akan mencapai hasil optimal.

Memanfaatkan pemahaman kurang tepat dari konsumen yang berpikir bahwa semakin tinggi nilai sensor maka semakin baik pula kualitasnya maka tak sedikit pabrikan yang menggunakan pixel sangat kecil sementara sensornya dibuat tinggi.
Padahal semakin tinggi sensor jika ukuran pixel –nya kecil maka foto yang dihasilkan berpotensi mengasilkan lebih banyak noise.

Saat ini ukuran pixel ideal yang diadopsi oleh kamera ponsel adalah 1 atau 2 micron.

Image Stabilization

Hal yang tak kalah penting dalam menghasilkan sebuah foto dengan tingkat ketajaman layak adalah fitur image stabilization. Fitur ini meminimalisir efek goncangan kala sebuah objek hendak diabadikan, manfaatnya terutama dirasakan kala memerlukan kecepatan shutter yang lebih rendah.

Saat ini umumnya kamera ponsel dilengkapi dengan EIS dan OIS, jika memungkinkan pilihlah ponsel yang kameranya sudah dilengkapi OIS karena dalam implementasinya terbukti lebih efektif meminimalisir gejala blur pada sebuah foto.

Metode Post-Processing

Semua kamera digital termasuk kamera ponsel senantiasa memiliki perangkat lunak yang bertugas memproses atau memberi sentuhan akhir pada sebuah foto.
Proses yang berbeda-beda inilah penentu apakah sebuah kamera mampu menghasilkan foto dengan tingkat kontras serta saturasi ideal atau tidak.