Review Oppo A83 Indonesia

Oppo A83 – Ponsel Selfie Menawan Meski Kerap Diremehkan

Bagi penggemar swafoto (selfie) sedapat mungkin jika memang dananya memadai hampir pasti akan menjatuhkan pilihan pada Oppo F5 atau Vivo V7. Jarang sekali yang menilai bahwa Oppo seri A sebenarnya sudah memadai untuk kegemaran swafoto tersebut,

Memang seri F di jajaran merek Oppo demikian pula halnya seri V di jajaran ponsel Vivo masih dianggap sebagai seri idaman penggila swafoto. Tapi daripada memaksakan diri sebenarnya Oppo A83 juga memiliki keistimewaan yang rasa-rasanya tidak bakal mengecewakan penggila swafoto.

Harga Oppo A83 dan Spesifikasi

JADWALReleasedJanuari 2018
AvailabilityTersedia di sini
DIMENSIDimensions150.5 x 73.1 x 7.7 mm
Weight143 g
SIM SlotDual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
LAYARTypeIPS LCD
Size5.7 inches, 83.8 cm2 (~76.2% screen-to-body ratio)
Resolution720 x 1440 pixels, 18:9 ratio (~282 ppi density)
Multi-touchYes
PLATFORMOsColorOS 3.2 berbasis Android 7.1 (Nougat)
ChipsetMediatek MT6763T Helio P23
CPUOcta-core 2.5 GHz Cortex-A53
GPUMali-G71 MP2
MEMORICard SlotmicroSD, up to 256 GB
Internal32 GB, 3 GB RAM
KAMERAPrimary13 MP, f/2.2, autofocus, LED flash
FeaturesGeo-tagging, touch focus, face detection, HDR, panorama
Video1080p@30fps
Secondary8 MP, f/2.2
COMMSWLANWi-Fi 802.11 a/b/g/n, WiFi Direct, hotspot
Bluetooth4.2, A2DP, LE
GPSYes, with A-GPS, GLONASS
RadioNo
USBmicroUSB 2.0, USB On-The-Go
FITURSensorsAccelerometer, proximity, compass
BATERAINon-removable Li-Ion 3180 mAh battery
HARGARp 2,9 Juta
LAIN-LAINWarnaChampagne, Black

Berbeda dari seri F yang dalam pelbagai kampanye pemasaran selalu diposisikan sebagai ponsel swafoto memang sang produsen tidak memberikan positioning serupa pada seri A. Bahkan fitur kamera depan nyaris tak pernah disinggung dalam iklan komersial Oppo A83 sendiri.

Tapi bukan berarti bahwa Oppo 83 tak memiliki keistimewaan tertentu pada kamera depannya, sebab sama seperti Oppo F5 dan Oppo F5 Youth sang produsen pun sudah menyertakan dukungan kecerdasan buatan (AI pada kamera sekunder ponsel Oppo yang harganya lebih terjangkau ketimbang seri F tersebut.

Penampilannya sendiri tidak berbeda jauh dari Oppo F5 atau Oppo F5 Youth, sekilas A83 terkesan tebal tapi begitu digenggam sebenarnya tidak setebal bayangan semula.
Pada bagian depan layar berukuran 5.7 inch sudah menawarkan rasio 18:9, walau pada sisi lain tingkat resolusinya sendiri hanya sebatas 1440 x 720 pixels dan belum dilengkapi dengan sensor pemindai sidik jari.

Kualitas layarnya sendiri tergolong baik dengan tingkat kecerahan ideal demikian pula warna ditampilkan cukup hidup tapi sayangnya selain viewing angles terbatas juga sangat reflektif hingga tak ideal digunakan di luar ruangan.

Hal yang menarik perhatian justru terletak pada kualitas audio, kala digunakan begitu saja tanpa tambahan earphone atau speaker eksternal sebenarnya biasa saja selain kejernihan suara yang baik.
Tapi begitu dipasangkan dengan speaker eksternal barulah volume terasa kuat, bening dan bahkan kala volume dimaksimalkan pun tidak muncul ditorsi.
Kualitas ini terasa istimewa untuk standar sebuah ponsel seharga Rp 3 Juta kurang sedikit.

Masuk ke bagian yang bukan selera setiap orang lagi-lagi tampilan antar muka ColorOS 3.2 berbasis Android Nougat masih dipenuhi oleh demikian banyak bloatware. Meski beberapa diantaranya bisa dinilai bermanfaat dalam mengoptimalkan performa ponsel tapi rasanya tidak sedikit pula pengguna yang berharap bahwa aplikasi-aplikasi bawaan tersebut bisa disingkirkan (uninstall).

Sementara bagi Anda yang gemar memiliki lebih dari satu akun di media sosial, ColorOS menawarkan fitur “clone apps” yang memungkinkan Anda memiliki dan mengakses lebih dari satu akun di ponsel ini. Walau memang belum semua aplikasi kompatibel dengan fitur tersebut.

Sedangkan untuk performa di masa lalu SoC MediaTek kerap dianggap inferior jika dibanding Snapdragon, tapi MediaTek sudah banyak berbenah dalam beberapa waktu terakhir. Bukan kebetulan rasanya jika Oppo memercayakan performa A83 pada Helio P23 didampingi oleh RAM sebesar 3 GB.

Akurasi GPS –nya sudah tidak kalah dibanding buatan Qualcomm, sementara untuk penggunaan harian semua berjalan mulus tanpa hambatan. Bahkan jika mau menggunakannya menjalankan game-game populer hampir semua bisa dijalankan dengan baik meski memang terjadi penurunan frame rate.

Untuk stamina baterai meski kapasitasnya tidak sebesar milik Oppo F5 tapi dalam uji PCMark masih sanggup mencatatkan waktu bertahan selama 11 jam, 49 menit.
Kekurangannya terletak pada ketiadaan dukungan fast charging hingga memakan waktu 2 jam dan 20 menit untuk proses pengisian daya baterai dari 0% ke 100%.

Menjawab Rasa Penasaran Terhadap Kamera Oppo A83

Di awal sudah disebutkan bahwa sekalipun tidak diposisikan sebagai ponsel swafoto sebenarnya kamera Oppo A83 memiliki potensi tersendiri dengan mempertimbangkan standar kelasnya.
Untuk kamera utama pihak produsen menempatkan sensor 13 MP dengan bukaan lensa f/2.2 sedangkan di depan sensor 8 MP dengan bukaan yang sama dipercaya sebagai kamera swafoto.

Memang performa kameranya tidak sebanding dengan Oppo F5 Youth atau Oppo F5 dan memang tidak semestinya diperbandingkan mengingat selisih harga yang jauh berbeda.
Untuk kamera utama sendiri terus terang Dombort tidak melihat kelebihan tertentu, bahkan untuk Oppo seri F yang harganya lebih mahal sekalipun nyatanya memang tidak ada keistimewaan dibanding kompetitor sekelas.

Foto Hasil Kamera Oppo A83
Foto Hasil Kamera Oppo A83

Namun kondisinya berbeda untuk kamera depan atau kamera swafoto pada beberapa percobaan foto yang dihasilkan menunjukkan tingkat depth of field yang baik, luar biasa tentu saja tidak tapi mengingat tujuannya untuk diunggah di jejaring sosial maka kami memberikan nilai positif.

Beli Oppo A83 Sekarang

Champagne
Harga Oppo A83 dan Spesifikasi
Jual Oppo F5
Summary
Review Date
Reviewed Item
Oppo A83
Author Rating
31star1star1stargraygray

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *