Ulasan Redmi 9

Kenapa Redmi 9 Begitu Menawan?

Redmi 9 sebenarnya masih jadi pilihan ideal di rentang harga kurang dari Rp 2 Juta. Memang sang produsen merilis beberapa model lain di bawahnya namun bukan dimaksud sebagai pembaharu bagi Redmi 9 melainkan mengakomodir price sensitive segments.

Kalau memang perbedaan harga tak terlalu jadi soal maka sampai hari ini Dombort masih merekomendasikan Redmi 9 sebagai pilihan paling masuk akal untuk ponsel dengan rentang harga di bawah Rp 2 Juta.

Apa alasannya ponsel ini dinilai cukup menawan?
Silakan simak ulasan bagian per bagian pada artikel kali ini.

Redmi 9 dan Spesifikasi

Cek Harga Disini

Read More

Redmi 9c

Beli Redmi 9c Harga Sejutaan Bakal Membawa Sesalkah?

Saat ini mungkin Anda sudah siap menuju ke toko ponsel terdekat atau belanja daring dengan penuh yakin hendak membeli Redmi 9c yang dilepas dengan harga mulai Rp 1,3 Jutaan.
Harganya memang cukup terjangkau dan pernyataan puas dari teman atau keluarga yang sudah memiliki Redmi 9, Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro membuat Anda makin yakin bahwa merek Redmi ini takkan bikin kecewa.

Tapi benarkah demikian? Memang sebagian besar pengguna Redmi 9, Redmi Note 9 terlebih Redmi Note 9 Pro mengaku puas. Kebanyakan merasa bahwa sejumlah uang yang mereka belanjakan tersebut sepadan.

Namun Redmi 9c sendiri adalah produk baru, bukan berarti kalau pengguna tiga tipe lainnya dalam satu merek merasa puas serta merta bisa dianggap sama untuk produk lain dari produsen yang sama.

Benarkah Redmi 9c sepadan dengan harganya?
Seperti apa sebenarnya kekurangan dan kelebihan Redmi 9c?
Bakal puas atau kecewakah membeli Redmi 9c?

Untuk mengurangi ketidakpastian dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti di atas Anda bisa menyimak dulu ulasan mengenai Redmi 9c yang disajikan pada artikel kali ini.

Redmi 9c dan Spesifikasi

Cek Harga Disini

Spesifikasi Redmi 9c

OS MIUI 12 berbasis Android 10
Layar 6.53 inches, 720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~269 ppi density)
SoC MediaTek Helio G35 (12 nm)
GPU PowerVR GE8320
RAM 3/4 GB
ROM 32/64 GB
Kamera Utama 13 MP, f/2.2, 28mm (wide), PDAF
2 MP, f/2.4, (macro)
2 MP, f/2.4, (depth)
Kamera Swafoto 5 MP, f/2.2, (wide), 1.12µm
Sensor Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity
Waterproofing
Baterai Non-removable Li-Po 5000 mAh battery
Dimensi 164.9 x 77 x 9 mm
Berat 196 g

Redmi 9c: Terjangkau atau Sekedar Murahan?

Redmi 9c jelas dimaksudkan sebagai ponsel entry level, baik spesifikasi maupun banderol harganya sudah menunjukkan hal itu.

Dombort tidak pernah membeli ponsel dengan harga di atas Rp 4 Juta, kalaupun membuat ulasan biasanya adalah hasil kebaikan teman atau keluarga yang mau meminjamkan miliknya beberapa hari bahkan pekan.
Pada sisi lain Dombort bukan juga penggemar ponsel dengan harga < Rp 2.5 Juta, tapi kalau menyusun ulasan Dombort membelinya sendiri dan setelah beberapa pekan dijual kembali. Nah meski tak berencana menggunakan sebagai daily driver tapi Redmi 9c ini membuat Dombort penasaran.
Penasaran karena di segmen ini pun lagi-lagi Redmi beradu dengan Realme.

Realme memborbardir segmen entry level dengan Realme C11, Realme C12 dan Realme C15.
Sedangkan Redmi mengandalkan Redmi 9, Redmi 9 A dan Redmi 9c.
Penasaran Dombort adalah seputar resep apa yang dipakai oleh Redmi untuk menahan trio Realme tersebut?

Sama seperti umumnya ponsel Redmi yang menggunakan MIUI 12 proses start up di awal atau menyalakan ponsel pertama kali lebih kurang sama.
Pada bagian akhir proses Anda akan diarahkan untuk menggunakan fasilitas cloud milik Xiaomi. Jika tidak merasa membutuhkannya Anda bisa melewatkan bagian tersebut.

Redmi 9c memang ditujukan sebagai ponsel entry level tapi kala digenggam ponsel ini tidak memberi kesan murahan sebab finishing material plastiknya dilakukan dengan baik.

Layar yang terletak di bagian depan memenuhi 81% permukaan sisi depan ini, bezel -nya memang tidak terbilang tipis tapi juga tidak lebih tebal dibandingkan ponsel kelas menengah yang harganya lebih mahal.

Sebagaimana kebanyakan ponsel keluaran dua tahun belakangan ini bagian atas layar terdapat poni untuk menempatkan lensa kamera swafoto.

Bagian belakangnya tidak memiliki motif yang atraktif seperti Realme namun sentuhan tekstur bergaris membuat penampilannya tak terkesan datar atau membosankan.

Kelebihan dan Kekurangan Redmi 9c

Pada bagian belakang ini pula terdapat modul kamera utama dengan tiga lensa. Modulnya sendiri memang menonjol keluar namun tidak berlebihan.

Sama seperti kompetitornya Redmi pun masih enggan memberikan port USB tipe C pada Redmi 9c, sebagai gantinya sang produsen mempertahankan port microUSB.

Handalkah Kegegasan Redmi 9c untuk Pemakaian Harian?

Sebenarnya tidak cukup beralasan melakukan uji AnTuTu untuk ponsel sekelas ini, tapi sekedar iseng menjawab rasa penasaran Dombort pun tetap mencobanya.
Pada uji tersebut Redmi 9c mencatatkan 110214 poin, secara teori angka tersebut mengindikasikan bahwa ponsel ini cukup handal untuk pemakaian harian dan menjalankan game ringan.

Dijual dengan harga yang lebih murah dari Realme C11 keduanya sama-sama mengandalkan performa lewat prosesor Helio G35.

Kegegasannya Redmi 9c tidak mengecewakan untuk pemakaian harian.
Ada jeda waktu loading yang cukup terasa namun tidak sampai menguras kesabaran.

Secara umum kegegasan ponsel ini bisa dibilang handal untuk peruntukannya, yaitu fungsi dasar (basic).

Sementara itu untuk daya tahan baterai kala diuji intensif ala Dombort dengan tingkat kecerahan layar 100% sanggup bertahan selama 19 jam.
Artinya untuk pemakaian normal stamina baterai ini sanggup bertahan lebih dari 3 hari.

Pada sisi lain proses pengisian ulang daya baterai dari 0-100% memakan waktu yang cukup lama menurut Dombort, hampir 3 jam.

Kualitas Foto Seperti Apa yang Dihasilkan Kamera Redmi 9c

Mengandalkan tiga lensa kamera di belakang masing-masing adalah lensa utama dengan sensor 13 MP f/2.2, lensa depth>/em> dan lensa kedalaman masing-masing 2 MP f/2.4 untuk harga sejutaan fitur tersebut cukup melimpah.

Tapi bagaimana dengan kualitas fotonya sendiri?

Dombort sendiri sebenarnya tak berharap banyak akan kualitas foto yang dihasilkan oleh kamera Redmi 9c.
Namun kala menjajalnya di dalam ruangan ternyata lensa utama kamera ponsel ini sanggup menghasilkan kualitas foto yang tidak mengecewakan.
Memang cenderung undeexposed tapi tingkat ketajaman dan warnanya cukup baik untuk sebuah ponsel yang harganya bahkan tak sampai Rp 1,5 Juta.

Foto Hasil Kamera Redmi 9c

Warna hijau dan biru tampaknya menjadi warna yang kurang akurat dari foto-foto yang dihasilkan oleh kamera Redmi 9c ini.
Warna biru cenderung berubah menjadi lebih muda/terang dari seharusnya, sementara warna hijau cenderung kekuning-kuningan.

Foto Hasil Kamera Redmi 9c

Akibatnya kala Anda memfoto di luar ruangan maka langit akan terlihat lebih terang dari yang sebenarnya. Sedangkan tumbuh-tumbuhan hijau tak terlihat sehijau yang sesungguhnya.

Dalam kondisi mendung penurunan kualitas fotonya cukup terasa, terutama dari sisi tingkat detil.

Tapi sekali lagi untuk standar ponsel seharga ini Dombort tak menuntut kondisi yang lebih baik dari apa yang sudah diberikan oleh kamera Redmi 9c ini.

Ulasan Asus Zenfone 7 Pro

Akankah Anda Puas dengan Asus Zenfone 7 Pro?

Tahukah Anda bahwa Asus saat ini sudah merilis dua ponsel terbarunya dengan nama Asus Zenfone 7 dan Asus Zenfone 7 Pro?
Kalau Anda saat ini dalam situasi hendak memperbarui atau membeli ponsel kira-kira apakah salah satu dari dua ponsel terbaru buatan Asus itu bakal jadi bahan pertimbangan?

Asus memang sempat jadi pilihan favorit di Indonesia hingga dua tahun silam, tapi tahun lalu mereka menunda rilis Asus Zenfone 6 di Indonesia hingga antusiasme peminat sudah terlanjur pudar.
Meski telat masuk Indonesia sebenarnya Asus Zenfone 6 sama sekali bukan ponsel yang jelek, malah sebaliknya selain kualitasnya memuaskan ponsel tersebut juga tawarkan fitur inovatif.

Kini dengan kemunculan penerusnya yaitu Asus Zenfone 7 series tentu cukup banyak calon pembeli yang bertanya-tanya:

  • Kapan Asus Zenfone 7 dan Asus Zenfone 7 Pro bakal dijual di Indonesia?
  • Apakah Asus Zenfone 7 series pantas ditunggu?
  • Akankah Anda membeli Asus Zenfone 7 series saat sudah tersedia di pasaran?

Memudahkan Anda beroleh jawab atas pertanyaan dan rasa penasaran di atas maka pada artikel kali ini Dombort akan mengulas salah satu diantaranya.

Kali ini yang dipilih adalah Asus Zenfone 7 Pro yang dijual sedikit lebih mahal ketimbang Asus Zenfone 7 dan menurut Dombort bakal lebih populer ketimbang Asus Zenfone 7 versi standar.

Asus Zenfone 7 Pro dan Spesifikasi

Cek Harga Disini

Read More

Realme C15 Review Dombort

Realme C15 Bawa Baterai Cadas di Kelas 1 Jutaan

Realme kembali membarui produknya di segmen entry level lewat Realme C15 yang mengandalkan baterai tahan lama sebagai key selling point -nya. Tampaknya Realme menyasar tingginya permintaan ponsel selama masa pandemi hingga begitu cepat memberikan pembaruan bagi Realme C11 yang sebenarnya baru berusia beberapa bulan.

Tak hanya stamina baterai yang panjang namun untuk mengimbanginya Realme tak lupa memberi fitur pengisian daya cepat (fast charging).
Untuk sebuah ponsel dengan kisaran harga mulai sejutaan Realme C15 tak hanya punya kelebihan di sektor baterai namun bahkan kameranya pun cukup baik untuk standar kelas tersebut.

Kalau memang Anda sedang mencari ponsel harga sejutaan yang mampu tawarkan worth value for the money maka ponsel ini layak jadi pilihan utama.
Bila berminat mempelajari lebih dalam bagian per bagian silakan melanjutkan pada ulasan berikut ini.

Realme C15 dan Spesifikasi

Cek Harga Disini

Read More

Ulasan Samsung Galaxy Note 20 Ultra

Samsung Galaxy Note 20 Ultra Layar Luas Nyaris Tanpa Bezel

Samsung Galaxy Note 20 Ultra menurut Dombort adalah ponsel dengan penampilan terbaik (best looking phone) yang pernah dibuat sampai bulan Agustus 2020 ini terutama utama warna”Mystic Bronze”.
Bukan sekedar terbaik di antara sesama ponsel Android tapi bahkan sekali lagi secara subjektif ponsel ini tampil lebih menarik dibanding iPhone 11 Pro series.

Dimensinya memang besar namun sejak awal kelahirannya seri Galaxy Note memang tak pernah ditujukan bagi pengguna yang bekeberatan dengan dimensi besar.
Kemajuan penyempurnaan S-Pen yang jadi ciri khas Galaxy Note terasa nyata dibanding pendahulunya, demikian pula di sektor kamera Samsung melakukan pembenahan ke arah positif jika dibanding Galaxy S20 Ultra.

Tak cukup sampai di situ tentunya, Samsung memberikan perhatian pula pada bagian lain seperti kualitas layar yang membuatnya tak sekedar lebar namun sanggup menampilkan tingkat ketajaman dan saturasi warna ideal.
Tampilan antar muka OneUI versi 2.5 memberi pengalaman menyenangkan, tak seperti predikat Samsung Galaxy di masa lalu kala masih menggunakan TouchWiz.

Benar bahwa lagi-lagi konsumen di Indonesia masih harus berpuas dengan pilihan prosesor Exynos alih-alih Snapdragon, namun baik untuk penggunaan harian maupun menjalankan game berat nyatanya semua berjalan lancar.

Kurang lebih begitulah impresi terhadap Samsung Galaxy Note 20 Ultra yang baru saja dirilis di Indonesia. Bila Anda tertarik detilnya silakan melanjutkan membaca ulasan berikut ini.

Samsung Galaxy Note 20 Ultra dan Spesifikasi

Cek Harga Disini

Read More