Perbandingan Snapdragon 675 vs. Snapdragon 710

Perbandingan Snapdragon 675 vs. Snapdragon 710

Perbandingan Snapdragon 675 vs. Snapdragon 710 menjadi topik pilihan Dombort kali ini karena kedua SoC tersebut saat ini paling banyak digunakan pada ponsel kelas menengah.
Sesuai namanya Snapdragon 675 merupakan pengembangan terbaru dari seri 600 sementara Snapdragon 710 adalah chipset termutakhir dari seri 700.

Snapdragon 675 saat ini digunakan di beberapa ponsel kelas menengah salah satunya adalah Vivo V15 Pro, namun tak sedikit pula ponsel kelas menengah yang pilih menggunakan Snapdragon 710 seperti misalnya Oppo R17 Pro.

Kedua SoC ini oleh Qualcomm memang sama-sama diperuntukkan bagi ponsel kelas menengah, tapi kenapa harus ada dua pilihan? Bagaimana perbandingan Snapdragon 675 vs. Snapdragon 710?

Snapdragon 675 sendiri merupakan penerus dari Snapdragon 660 yang tahun lalu terbukti cukup tangguh dan jamak digunakan oleh hampir semua ponsel kelas menengah.
Dibandingkan pendahulunya ada beberapa peningkatan performa pada Snapdragon 675 meliputi peningkatan kemampuan fotografi, kemampuan menangani game, kecepatan LTE yang lebih baik serta efisiensi lebih baik pula dalam penggunaan sumber daya baterai. Read More

Handphone Android Terbaik Pilihan Dombort

Handphone Android Terbaik Pilihan Dombort

Menentukan nominator handphone Android terbaik tidak sesederhana yang dibayangkan, di awal tahun ini saja sudah demikian banyak ponsel terbaru dan inovatif dirilis oleh tiap-tiap produsen. Bahkan produsen besar seperti Samsung tak hanya merilis satu namun beberapa sekaligus dengan keunggulannya masing-masing.

Menyusun daftar handphone Andoid terbaik pun menurut pengalaman Dombort selalu menimbulkan perdebatan. Karenanya pada artikel ini secara tegas disebutkan bahwa nominator di sini adalah pilihan Dombort, artinya Anda bisa setuju atau tidak sebab dengan begitu banyaknya pilihan memang tak mungkin dicapai kesepakatan.

Lantas bagaimana Dombort menentukan mana yang layak menjadi nominator?
Sejujurnya tidak menerapkan parameter-parameter yang kompleks namun sekedar mengacu pada value for money, ketersediaan barang (kemudahan calon pembeli untuk membeli), serta tentu saja dukungan purna jual.

Berbeda dengan tahu-tahun sebelumnya dimana bagi Dombort keputusan paling mudah adalah kala menentukan ponsel terbaik kelas high-end karena pilihannya beragam. Tahun ini minim sekali merek yang merilis produk di kelas ini untuk pasar Indonesia.

Praktis hanya Samsung yang mendominasi di segmen ini sebab Huawei mengalami ketidakpastian terkait masa depannya dengan sistem operasi Android. Sementara LG tampaknya sudah tak berminat menggarap pasar Indonesia untuk saat ini.

Sebaliknya untuk kelas menengah opsinya menjadi lebih luas selain Redmi, Asus, Realme dan Oppo ternyata Samsung pun membenahi produknya di kelas menengah untuk memulihkan daya saing.

Akhirnya silakan menyimak jajaran daftar HP Android terbaik pilihan Dombort di bawah ini:
Read More

Sensor Sony IMX586 vs Samsung GM1

Sensor Sony IMX586 vs Samsung GM1: Apa Yang Membedakan Keduanya?

Sensor Sony IMX586 vs Samsung GM1 tak jarang menimbulkan penasaran bahkan tak jarang menjadi penentu bagi konsumen tertentu dalam menentukan ponsel mana yang hendak dibeli. Pertanyaan seperti: “Bagus mana antara sensor kamera Sony vs Samsung?” setidaknya senantiasa menjadi pikiran mengelitik bagi beberapa konsumen.

Saat ini memang kedua sensor itu yang paling kerap dijumpai pada hampir sebagian besar kamera ponsel yang beredar, saat ini Sony IMX586 vs Samsung GM1 bersaing di kelas 48 MP.
Nah ketika diperhadapkan pada pilihan antara keduanya kira-kira mana yang akan Anda pilih?
Read More

Harga Huawei Mate 20 Pro dan Spesifikasi

5 Kamera Smartphone Terbaik Versi Dombort

Kamera smartphone dalam beberapa tahun belakangan begitu melekat pada keseharian kita, bagi pengguna kasual (bukan fotografer profesional) popularitasnya bahkan perlahan menggeser kamera digital.
Wajar saja karena dari sisi kepraktisan kamera pada ponsel jelas lebih menguntungkan dibanding kamera digital.

Perkembangan fitur dan teknologi kamera smartphone juga berjalan pesat. Mulai dari menciptakan efek bokeh layaknya kamera DSLR, lensa ganda, tiga lensa bahkan empat lensa hingga kemajuan AI yang makin memudahkan pengguna.

Dari sekian banyak kamera smartphone yang ditawarkan di pasaran saat ini berikut adalah daftar rekomendasi dari Dombort.
Read More

Pengertian Gaming Phone

Razer Phone dan Gaming Phone Lainnya: Kebutuhan atau Gimmick?

Razer Phone yang memosisikan diri sebagai gaming phone atau ponsel khusus untuk bermain game kerap dianggap sebagai pelopor di niche -nya. Apalagi kehadirannya lantas diikuti oleh Xiaomi yang merilis Black Shark.

Tapi Razer Phone sebenarnya sama sekali bukan pelopor gaming phone. Sebab beberapa tahun silam adalah Nokia yang pertama kali memunculkan ide tersebut lewat N-Gage. Bahkan Sony pernah mencoba peruntungan di ceruk pasar yang sama melalui Xperia Play.

Sejarah Gaming Phone

Di masa lalu, ketika merek Nokia masih menguasai industri ponsel pernah perusahaan asal Finlandia itu memproduksi N-Gage yang terinspirasi oleh konsol Game Boy.

Ponsel tersebut memiliki tombol-tombol di kanan kiri layar yang didedikasikan dalam rangka memudahkan bermain game.

Pengertian Gaming Phone

Tak hanya itu pada masanya ia menawarkan kecanggihan mode multiplayer dengan memanfaatkan koneksi Bluetooth maupun internet.

Namun sukses N-Gage tidak berlangsung lama sebab Sony yang kala itu merajai industri game melihat peluang untuk mencipta handheld console dengan nama PSP.

Langkah ini dilanjutkan lagi lewat lahirnya ponsel Xperia Play yang idenya menggabungkan konsol permainan genggam (handheld console) dengan ponsel.

Apa Itu Gaming Phone?

Sayangnya Xperia Play tidak bisa disebut sukses. Selain spesifikasinya sendiri tidak memenuhi kebutuhan gamers ia juga tak dilengkapi tombol analog yang didedikasikan untuk tujuan itu sendiri.

Sony sendiri masih belum menyerah menggarap ceruk pasar konsol permainan genggam, terbukti dengan kelahiran Playstation Vita yang kala itu sanggup memainkan judul-judul game populer di masanya.

Gaming Phone Masa Kini

Meskipun nama Nintendo masih terkenal sampai hari ini tapi Sony sendiri bukanlah penguasa industri game seperti dulu.

Bersamaan dengan itu banyak produsen ponsel yang berlomba-lomba memberikan ponsel dengan spesifikasi tinggi untuk memenuhi keinginan para pecinta game.
Walau demikian Razer Phone –lah yang memang pertama kali terang-terangan menyebutkan posisinya sebagai gaming phone.

Oppo F9 Pro dan Pocophone F1 misalnya, dari sisi spesifikasi perangkat keras (hardware) termasuk mumpuni.
Tapi tak satupun dari keduanya yang tegas menyebut diri sebagai gaming phone.
Kenapa?

Karena dengan memosisikan diri sebagai gaming phone mereka membatasi target market.
Tengok saja yang terjadi pada Razer Phone, sekalipun memiliki kualitas kamera di atas rata-rata dan sebagainya ia nyaris tak dilirik oleh kelompok konsumen yang tidak menggemari game.

Kondisi ini bagaimanapun tidak membuat Asus merasa kecut, bahkan belum lama ini di beberapa pasar tertentu mereka merilis Asus ROG dengan positioning sebagai gaming phone.

Namun benarkah langkah itu tepat? Apakah pasar memang memerlukan gaming phone atau sekedar akal-akalan produsen untuk memperluas lini pasar?

Agar tidak terkesan sebagai akal-akalan semestinya ada standar yang harus dipenuhi sebuah ponsel agar bisa masuk dalam kategori gaming phone.
Bukan sekedar spesifikasi mumpuni saja.

Setidaknya harus ada fitur khusus tertentu yang mampu meningkatkan pengalaman bermain game lewat ponsel dibanding ponsel biasa.
Asus ROG dan Razer Phone setidaknya sudah tampak menuju ke arah yang benar, bisa jadi tolok ukur bagi produsen lain yang ingin terjun di ceruk pasar ini.

Dari sisi perangkat lunak, game untuk ponsel sendiri mestinya ditingkatkan mengimbangi keberadaan gaming phone.
Sebab harus diakui bahwa sampai hari ini permainan game di perangkat ponsel masih belum mampu memberi pengalaman sebaik di PC atau konsol.