Harga iPhone 7 Plus Indonesia

Beli iPhone 7 Plus? Simak Dulu Review-nya

iPhone 7 Plus seketika banyak dilirik semenjak diperkenalkan secara resmi oleh Apple. Bukan saja karena konsumen setia produk Apple sudah lama menanti namun tak sedikit pula calon konsumen Galaxy Note 7 yang akhirnya mengalihkan pilihan ke kompetitor setelah smartphone yang sebelumnya disebut-sebut bakal menjadi ponsel terbaik di di dunia tersebut mengalami masalah serius.

Meski sejak awal dikampanyekan mengusung banyak inovasi namun jika ditilik dari kemasannya sendiri Apple tak tampak melakukan ubahan dibanding versi-versi sebelumnya. Pada poin ini perbedaannya hanya terlihat dari gambar iPhone yang semula diperlihatkan pada sisi layar kini justru bagian belakang. Mungkin sang produsen ingin menonjolkan fitur dual kamera iPhone 7 Plus. Khusus untuk opsi warna jet black alih-alih boks putih Apple memberikan kemasan dengan dominasi warna hitam. Bagaimana dengan handset iPhone 7 Plus –nya sendiri?
Read More

Perbedaaan Prosesor Intel Core i3, i5 dan i7

Perbedaaan Prosesor Intel Core i3, i5 dan i7

Perbedaaan prosesor Intel Core i3, i5 dan i7 acapkali masih menjadi tanda tanya bagi kebanyakan calon konsumen yang sedang mempertimbangkan membeli laptop baru atau desktop. Penamaan dan penggolongan tiga jenis CPU buatan Intel tersebut sebenarnya sudah lama diberlakukan oleh pihak produsen. Namun kebingungan di benak konsumen tidak serta merta terurai.

Saat ini sendiri prosesor Intel sudah memasuki generasi keempat atau yang dikenal sebagai prosesor dengan arsitektur Haswell. Lantas apa sebenarnya perbedaan antara prosesor Intel Core i3, i5 dan i7 sendiri? Mana diantara prosesor-prosesor tersebut yang pas dengan kebutuhan Anda?

 

Membedakan Prosesor Intel Core i3, i5 dan i7

Umumnya konsumen menyusun persepsi sederhana bahwa Intel Core i7 lebih baik dari Core i5 dan karenanya Core i5 lebih baik dari Core i3. Walau tidak sepenuhnya salah namun pengkategorian semacam ini tidak lantas menjawab pertanyaan mengenai mana yang paling ideal untuk kebutuhan masing-masing calon konsumen.

Kemampuan atau kekuatan sebuah prosesor sendiri merupakan kombinasi dari beberapa faktor seperti jumlah core, ukuran cache, clock speed, hingga teknologi yang diadopsi seperti dukungan terhadap Hyper-Threading atau Turbo Boost.

Secara teoritis semakin banyak core yang dimiliki maka makin banyak tugas/task/thread yang bisa dilayani oleh sebuah CPU pada saat yang sama. CPU dengan jumlah core yang rendah bisa diketemukan pada Core i3 yang saat ini kesemua CPU dalam keluarga i3 ini adalah prosesor dual-core.

Sementara itu sebagian besar CPU dalam keluarga Core i5 merupakan prosesor quad-core, kecuali untuk i5-4570T yang masih dual-core. i5-4570T sendiri memiliki clock speed 2.9 GHz, sementara i3-4130T yang notabene sama-sama dual-core dengan clock speed 2.9 GHz dibanderol lebih murah. Sampai pada titik ini umumnya orang akan berpersepsi bahwa Core i3 lebih ekonomis ketimbang Core i5, toh jumlah core maupun clock speed keduanya setara.

Namun ada hal lain yang membedakan keduanya, yang menjadi alasan Intel membanderol lebih mahal yaitu teknologi Turbo Boost yang dimiliki oleh Core i5-4570T absen kehadirannya pada Core i3-4130T.

Lalu apa sebenarnya Turbo Boost sendiri sehingga ia dianggap cukup menjadi pembeda? Teknologi yang dimiliki oleh Intel ini memungkinkan sebuah prosesor untuk meningkatkan kecepatan (clock speed) secara dinamis pada waktu tertentu tergantung pada jumlah core yang dimiliki, konsumsi daya, temperatur prosesor serta sumber daya yang dibutuhkan.

Dalam kasus Core i5-4570T kecepatannya mampu meningkat hingga 3.6 GHz sementara Core i3 baik 4130T maupun Core i3 lainnya tidak dilengkapi teknologi tersebut maka jelas tidak mampu menyamai i5. Jadi secara sederhana lebih masuk akal jika disebut alasan Core i5 lebih baik ketimbang Core i3 adalah karena semua CPU Core i5 sudah didukung teknologi Turbo Boost sementara tak satupun Core i3 yang sudah memiliki teknologi tersebut.

Nilai cache juga merupakan faktor yang tak bisa dikesampingkan ketika menilai kemampuan sebuah CPU. Kala sebuah prosesor diminta menggunakan data yang sama secara berulang maka ia akan menyimpan data tersebut ke dalam cache. Pada dasarnya cache memiliki kegunaan seperti RAM hanya saja ia mampu bekerja lebih cepat karena merupakan bagian dari CPU itu sendiri. RAM dan cache bekerja sama untuk menyimpan data yang digunakan secara berulang itu, ketika keduanya sudah kelebihan beban maka akan dialihkan ke hardisk yang berimbas pada menurunnya kecepatan memproses.

Jika RAM bertugas meminimalisir penggunaan hardisk untuk data tertentu, maka cache bertugas meminimalisir penggunaan RAM. Maka cukup jelas jika semakin besar cache maka makin besar pula jumlah data yang bisa disimpan, alhasil kecepatan dalam melakukan akses data pun semakin baik.

Untuk prosesor generasi Haswell, Intel Core i3 memiliki rentang nilai cache yang bervariatif antara 3 MB hingga 4 MB, Core i5 ada direntang 4 MB- 6 MB sementara Core i7 sendiri tercatat memiliki cache sebesar 8 MB.
Perbedaan jumlah atau kapasitas cache yang dimiliki oleh Core i3, i5 dan i7 menjadi faktor kedua yang membedakan kemampuan masing-masing.

Bagaimana dengan peran teknologi Hyper-Threading yang sering dikampanyekan oleh Intel sendiri maupun para pedagang komputer?
Pada dasarnya sebuah core pada CPU hanya mampu menangani sebuah thread pada satu saat, karenanya CPU Dual-core misalnya hanya mampu meladeni dua thread. Kondisi tersebut berlaku sebelum Intel menemukan teknologi Hyper-Threading. Teknologi tersebut memungkinkan sebuah core meladeni beberapa thread pada satu waktu tertentu.

Intel Core i3 yang merupakan prosesor Dual-core setiap core-nya mampu meladeni dua thread pada waktu yang sama, karenanya secara keseluruhan keluarga i3 ini memiliki kemampuan melayani hingga empat thread secara bersama-sama. Sementara itu mayoritas Core i5 yang notabene adalah prosesor quad-core justru tidak mendukung teknologi Hyper-Threading tersebut. Artinya prosesor Core i5 hanya memiliki kemampuan meladeni thread sebanyak Core i3.

Disinilah alasan Intel Core i7 dianggap sebagai yang terbaik, sebab bukan saja ia merupakan prosesor quad-core namun juga mendapat dukungan teknologi Hyper-Threading tersebut. Sehingga dalam satu waktu yang sama ia mampu meladeni hingga delapan thread. Belum lagi kapasitas cache yang mencapai 8 MB plus teknologi Turbo Boost juga sudah dihadirkan pada semua CPU yang masuk dalam keluarga Core i7 tersebut.

Pilih Prosesor Intel Core i3, i5 atau i7?

Sebagai pengguna yang sedang mempertimbangkan memilih antara prosesor Intel Core i3, i5 atau i7 tentu pertanyaan akhirnya adalah mana yang paling tepat dengan kebutuhan yang bersangkutan saat ini.

Selama Anda bekerja dengan melakukan beberapa tugas sekaligus maka Core i5 dan Core i7 adalah pilihannya. Beberapa aplikasi pengolah video dan gambar bahkan senantiasa melakukan multithread sekalipun Anda hanya menjalankan satu aplikasi itu saja.

Core i3 hanya cocok digunakan bagi pengguna yang kesehariannya sebatas menggunakan komputer untuk aplikasi kantoran (Office), mengecek dan berkirim e-mail, browsing dan unduh, dan mungkin sambil memutar music player diantaranya. Jika Anda merupakan tipe konsumen kedua maka opsi ekonomis jatuh pada Intel Core i3 atau AMD Dual Core.

Core i5 sebenarnya berada ditengah-tengah, ia tidak cukup tangguh untuk seorang power user namun tidak berlebihan pula untuk light user. Hanya saja dari sisi ekonomis ia jelas lebih mahal dibanding Core i3, selain itu karena menghasilkan panas lebih tinggi otomatis suara kipas anginnya terdengar lebih keras. Suara kipas angin ini makin keras jika prosesor tersebut diaplikasikan pada laptop karena sampai sekarang belum ada sistem pendinginan laptop yang benar-benar ideal sekalipun Anda menggunakan merek-merek ternama.

Core i7 cenderung direkomendasikan untuk pengguna ekstrem atau power user, memang kelompok konsumen ini sering diasosiasikan sebagai gamer karrena memang didominasi oleh mereka. Namun bukan gamer saja yang memerlukan prosesor i7 tersebut, sebab aplikasi seperti video rendering juga menuntut Core i7 tipe Quad-core.

Rekomendasi untuk laptop dan desktop sangatlah berbeda, untuk laptop saat ini prosesor Core i5 adalah yang paling ideal, lebih-lebih jika Anda berencana menggunakan hingga beberapa tahun kedepan. Sekalipun Anda memiliki dana berlebih kami di Dombort tak merekomendasikan prosesor Core i7, selain faktor harga yang tidak ekonomis juga panas berlebih yang dihasilkan bakal mengganggu kinerja maupun kenyamanan.

Sebaliknya untuk desktop selama dana tidak jadi masalah dan Anda bukan sekedar tipe light user seperti disebutkan di atas maka Core i7 merupakan pilihan terbaik. Sistem pendinginan di desktop yang sudah sangat baik bakal mampu mengatasi panas tinggi yang dihasilkan oleh prosesor tersebut.

Spesifikasi Ponsel Xiaomi Mi5s Plus

Ponsel Xiaomi Mi5s Plus Review

Spesifikasi dan harga handphone terbaru Xiaomi Mi5s Plus seperti kebanyakan ponsel Xiaomi yang sudah-sudah selalu menyita perhatian. Rasio antara spesifikasi dengan banderol yang di atas kertas memberi value lebih baik dibanding para kompetitor umumnya menjadi alasan calon konsumen mempertimbangkannya sebagai opsi utama.

Setelah sebelumnya memperkenalkan Xiaomi Mi5 dan Xiaomi Mi5s yang disebut-sebut sebagai “the real flagship killer” akhirnya sang produsen menawarkan kembali varian baru dari seri tersebut. Mi5s Plus sesuai namanya hadir dengan dimensi yang ekstra serta mengusung ukuran layar lebih lebar pula.

Read More