Review Samsung Galaxy A12

Kenali Samsung Galaxy A12 Baik-baik Sebelum Putuskan Beli

Dengan uang sebanyak Rp 2,499 Juta Samsung Galaxy A12 sudah bisa menjadi milik Anda atau kalau RAM 4 GB tak terasa cukup Anda bisa menambah Rp 300.000,- untuk mendapatkan tambahan RAM 2 GB lagi hingga totalnya menjadi 6 GB.

Samsung Galaxy A12 membidik segmen yang sama dengan Poco M3, segmen harga Rp 2 Juta-an yang umumnya didominasi oleh kelompok pelajar.

Performa kamera yang unggul di kelasnya, stamina baterai panjang serta layar dengan bentang lebar adalah tiga kelebihan dari Galaxy A12 yang sangat pantas diapresiasi mempertimbangkan harganya.

Meski ponsel ini tampak lebih cocok digunakan oleh pelajar selama masa PJJ namun setelah menjajal kameranya Dombort justru beranggapan bahwa ponsel ini sekaligus cocok juga bagi siapapun yang ingin memulai hobi sebagai Vlogger.aAn
Kesimpulannya untuk harga Rp 2 Juta-an ponsel ini adalah pilihan terbaik yang ada di pasaran saat ini bagi Anda yang mengedepankan performa kamera.

Samsung Galaxy A12 dan Spesifikasi

Cek Harga Disini

Read More

Review Poco M3

Poco M3 Utamakan Baterai Korbankan Performa

Poco M3 dirilis dengan banderol mulai Rp 1,8 Jutaan yang menjanjikan stamina baterai ekstra berkat kapasitas 6.000 mAh yang ditanamkan kepadanya.
Namun di balik itu Snapdragon 622 yang jadi jantung performa memicu keraguan akan kegegasan menjalankan permainan (game).

Walau sempat menuai sukses beberapa tahun silam lewat Poco F1 namun di kemudian hari ternyata merek Poco tak terus mempertahankan DNA yang jadi resep suksesnya pada masa itu. Sebaliknya harga terjangkau kerap jadi tujuan utama melewati nilai lain yang diharapkan.

Secara menyeluruh Dombort melihat Poco M3 ini lebih merupakan peningkatan minor dari pendahulunya alih-alih melakukan peremajaan signifikan. Bagaimanapun dengan harga kurang dari Rp 2 Juta stamina baterai yang diunggulkan, kualitas kamera yang relatif baik untuk standar ponsel sekelasnya serta desain unik layak diapresiasi sebagai kelebihan dari Poco M3 ini.

Sebaliknya pada sisi lain Anda harus siap mengorbankan atau setidaknya mentolerir keterbatasannya dalam menjalankan game.
Bagi Anda yang masih penasaran menilik detil ponsel harga Rp 1,8 Juta-an ini silakan menyimak ulasannya bagian per bagian.

Poco M3 dan Spesifikasi

Beli di Mi Official Store

Read More

Review Webcam Razer Kiyo Pro

Razer Kiyo Pro Webcam Ideal Untuk Pelbagai Profesi

Webcam Razer Kiyo Pro jadi penerus Razer Kiyo versi sebelumnya yang belum pernah diperbarui sejak tahun 2017. Berbeda dengan pendahulunya yang lebih populer dikalangan para gamer untuk versi Pro ini Razer turut mewadahi meningkatnya penggunaan webcam selama masa pandemi.

Tak bisa disangkal bahwa selama masa pandemi berbagai produk yang memfasilitasi konferensi, pendidikan dan kerja secara remote mengalami peningkatan jumlah permintaan yang pesat. Webcam bawaan laptop kini kerap dianggap tidak lagi memadahi karena turut menyuaikan dengan keperluan.

Lampu LED terintegrasi (intagrated light ring) yang dulu sempat jadi ciri khas Razer kini disingkirkan.
Sebagai gantinya sang produsen menempatkan sensor Sony IMX327 CMOS dengan teknologi STARVIS yang diyakini sudah cukup mampu menangkap cahaya tanpa bantuan lampu LED.

Tersingkirnya light ring ini juga membuat penampilan Razer Kiyo Pro terlihat lebih elegan sehingga terasa lebih pantas juga digunakan oleh pengguna dari kelompok usia yang lebih berumur.

Secara singkat Razer Kiyo Pro hadir dengan membawa keunggulan dari sisi kemampuan rekam HDR dengan tingkat resolusi 1080 pixels pada 60 fps, sensor yang mampu menangkap cahaya lebih baik serta, field of view yang bisa disesuaikan secara digital.
Ketiga hal tersebut menjadi fitur yang sangat membantu baik bagi gamer, pekerja kantoran dan bahkan vlogger.

Harga Webcam Razer Kiyo Pro dan Spesifikasi

Beli Razer Kiyo Pro

Desain dan Penampilan Webcam Razer Kiyo Pro

Bobot webcam buatan Razer ini tidak seringan kebanyakan webcam yang ada di pasaran selama ini tapi mount berbentuk “L” bawaannya mampu menopang kamera ini dengan baik kala dikaitkan pada layar monitor.

Kalaupun Anda berencana meletakkan di tempat selain monitor pada bagian bawah kamera Razer ini terdapat lubang yang kompatibel dipasangi berbagai jenis tripod.
Oleh karena lubang tersebut berada pada jepitan berbentuk “L” –nya maka meski dipasang di tripod kamera ini bisa diatur ke atas/bawah (tilt) sesuai kemauan penggunanya.

Review Webcam Razer Kiyo Pro

Hal menarik dari kamera ini bukan semata-mata terletak pada fitur dan kualitas sensor namun juga desain yang elegan sekaligus terasa kokoh.

Selama mode perekaman berlangsung sebuah lampu LED akan menyala untuk memberikan tanda kepada pengguna.
Lensanya sendiri sudah dilapis dengan Corning Gorilla Glass, sementara di dalam boks Anda juga bakal menemukan tutup lensa layaknya kamera DSLR yang berguna melindungi lensa dari debu maupun risiko lain selama tidak digunakan.

Kualitas Video Webcam Razer Kiyo Pro

Tentu saja kesemua hal menyangkut desain di atas tidak berarti tanpa membicarakan kualitas kameranya sendiri dalam memproduksi gambar/video.

Seperti disinggung singkat di awal bahwa sensor Sony IMX327 yang dipakai oleh webcam ini dilengkapi dengan teknologi STARVIS.
Teknologi ini pada dasarnya dirancang untuk memastikan kemampuan sensor menangkap cahaya secara optimal dalam situasi pencahayaan yang tidak ideal.

Kelebihan dan kekurangan Webcam Razer Kiyo Pro

Seperti biasa Anda bisa melakukan berbagai penyesuaian melalui “Synapse” yang meliputi tingkat “White Balance”, “Zoom Level” maupun “Focus”.
Bahkan jika enggan melakukan penyesuaian manual dengan mudah Anda bisa memilih mode pengaturan otomatis.

Beli Webcam Razer Kiyo Pro Dimana?

Menilik dari harganya kompetitor terdekat bagi Razer Kiyo Pro ini tampaknya adalah Logitech C920 Pro. Kala dipakai di dalam ruangan dengan mode otomatis maka cukup jelas bahwa Razer Kiyo Pro menampilkan detil lebih tinggi serta warna lebih tajam.
Hasil tangkapan Logitech C920 Pro jadi terlihat pucat jika dibanding langsung dengan rivalnya ini.

Dalam berbagai situasi di dalam ruangan yang seringkali tidak cukup ideal entah terlalu gelap, dihadapkan pada kondisi backlight dan sebagainya webcam terbaru dari Razer ini tetap mampu menghasilkan tangkapan video yang superior dibanding webcam lain.

Bukan hanya itu saja namun bahkan microphone internal bawaannya juga mampu merekam suara dengan kualitas sangat baik.

Perlukah Membeli Webcam Semahal Razer Kiyo Pro?

Bahwa Razer Kiyo Pro menunjukkan performa dan kualitas yang sepadan dengan harganya tidaklah perlu diragukan.
Namun perlukah Anda membeli sebuah webcam dengan harga semahal ini?

Belum tentu!
Kebanyakan pengguna tidak memerlukan webcam dengan kemampuan menghasilkan kualitas video dan audio setinggi ini.
Tapi kalau memang Anda ada seorang vlogger tentu akan lebih menarik bagi audiens untuk menyaksikan video dengan kualitas gambar dan suara baik ketimbang kualitas rata-rata.
Ketimbang membeli kamera DSLR yang jauh lebih mahal sambil terus berkarya rasanya Razer Kiyo Pro bisa jadi pilihan yang pantas dipertimbangkan.

Sedangkan bagi pengajar/dosen yang banyak melakukan pengajaran jarak jauh atau profesional bidang lain yang banyak melakukan telekonferensi tentu audiens dan rekan Anda bakal merasa lebih betah bertatap muka secara daring dengan menyaksikan tampilan video dan kualitas audio yang baik dan jelas ketimbang kualitas rata-rata webcam lain.

Mengenal GPU Adreno, Mali, PowerVR dan Apple GPU

Mengenal GPU Adreno, Mali, PowerVR dan Apple GPU

Mengenali karakteristik GPU Adreno, Mali, PowerVR ataupun Apple GPU belakangan terasa makin penting sebab kian hari kian banyak pengguna ponsel yang menggunakan perangkatnya untuk menjalankan game.
Judul game seperti “PUBG”, “Battle Royale” atau “Fortnite” sejauh ini menjadi tiga permainan paling populer diantara para pengguna ponsel dan diikuti oleh beberapa judul lainnya.

Karenanya tak heran jika tuntutan akan performa GPU jadi kian tinggi dan sebagian besar calon pembeli pun makin serius mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan GPU Adeno, Mali, PowerVR dan Apple GPU demi menikmati kesenangan bermain lewat ponsel.

Lewat artikel berikut Dombort mencoba memberikan pengenalan dan sedikit karakteristik dari masing-masing GPU Adreno, Mali, PowerVR dan Apple GPU tersebut dengan harapan memberi gambaran awal mana dari nama-nama tersebut yang paling mampu memenuhi harapan Anda dalam bermain game di ponsel.

Mengenal GPU Adreno, Mali, PowerVR dan Apple GPU

Jenis-Jenis GPU Pada Ponsel

GPU Adreno

GPU Adreno vs Mali vs PowerVR vs Apple
Tak dipungkiri bahwa GPU Adreno adalah yang paling populer sekaligus diyakini paling tangguh menjalankan game dibanding merek GPU lainnya.
Karena Qualcomm merupakan perancang sekaligus pemilik merek Adreno maka tak heran kalau GPU ini ditemukan pada ponsel-ponsel yang menggunakan chipset Snapdragon besutan Qualcomm pula.

Cikal bakal GPU Adreno ini sebenarnya adalah Imageon yang dikembangkan oleh ATI Technologies. Nama ATI tentu tidak asing bagi penggemar game PC, ATI ini sendiri dikemudian hari diakuisisi oleh AMD.
Sedangkan Imageon dijual ke Qualcomm yang kemudian melakukan rebranding menjadi Adreno yang kita kenal saat ini.

Sampai saat tulisan ini diterbitkan Adreno memang adalah satu-satunya GPU yang mampu bersaing ketat dengan GPU milik Apple.
Jadi memang performa GPU Adreno bukan mitos belaka.

Tidak salah menyebutkan GPU Adreno lebih baik dibanding GPU Mali, namun ini berlaku kalau keduanya merupakan model sekelas. Misalnya GPU terbaik Adreno vs GPU terbaik Mali, namun kondisinya tidak berlaku demikian jika bukan dibandingkan model sekelas.

GPU ARM Mali

GPU ARM Mali
GPU Mali sejatinya merupakan merek yang dipegang oleh ARM Holdings, namun perusahaan tersebut melisensikan kepada beberapa perusahaan lain seperti Samsung, MediaTek dan juga Huawei. Itulah sebabnya pada ponsel ber- chipset MediaTek atau ponsel buatan Samsung dan Huawei Anda kerap mendapati GPU Mali yang menyertai chipset masing-masing.

Biasanya jumlah core pada GPU Mali mudah diidentifikasi dari nama seri yang mengikuti. Ambil contoh misalnya Mali T880 MP12 artinya GPU tersebut memiliki 12 cores.

Memang performa sebuah GPU lebih banyak ditentukan oleh arsitekturnya, namun jumlah cores berdampak pula terhadap performa jadi tak ada salahnya menjadikan angka tersebut untuk sekedar memberi gambaran terhadap performanya.

GPU Mali sendiri telah mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mali makin mampu mempertipis perbedaannya dengan GPU milik Apple maupun Adreno milik Qualcomm. Tapi sampai hari ini memang belum benar-benar mampu menyamai keunggulan GPU Adreno maupun Apple.

Itulah sebabnya ponsel dengan chipset MediaTek, Kirin maupun Exynos sampai hari ini belum memiliki kemampuan menjalankan game sebaik ponsel ber- chipset Snapdragon maupun Bionic A.

PowerVR

GPU PowerVR
PowerVR tadinya kerap ditemukan pada ponsel iPhone sebelum kemudian Apple beralih pada Fusion hingga hari ini.

Kelekatan PowerVR dengan iPhone menimbulkan persepsi seola PowerVR adalah buatan Apple, padahal nyatanya tidak demikian.
Pemilik merek dan perancang PowerVR adalah perusahaan bernama Imagination Technologies yang kemudian sama seperti ARM memberi lisensi kepada perusahaan lain seperti Apple (dulu), Samsung, Intel dan Spreadtrum.

Sampai sekarang GPU PowerVR ini masih bisa dijumpai pada beberapa chipset MediaTek.

Apple GPU

GPU Apple Bionic A Series
Bersamaan dengan kelahiran Bionic A11 Apple mulai membuat GPU –nya sendiri, meski usia GPU tersebut terbilang muda dibanding para kompetitor namun ternyata performanya mampu menyamai bahkan beberapa kali mengungguli GPU Adreno besutan Qualcomm.

Faktor Penentu Performa GPU

Setelah mengenai masing-masing merek/jenis GPU yang terdapat pada perangkat ponsel kini Dombort mencoba memberikan panduan untuk mengenali faktor apa sajakah yang menentukan performa sebuah GPU.

Fabrikasi dan Arsitektur

Fabrikasi dan arsitektur adalah faktor terpenting yang paling berpengaruh terhadap performa sebuah GPU.
Itu sebabnya tiap-tiap produsen begitu cepat dalam melakukan pengembangan arsitektur serta fabrikasi untuk mengikuti tuntutan aplikasi yang makin haus kemampuan olah grafis.

Nama arsitektur biasanya paling mudah dikenali pada GPU ARM Mali karena dicantumkan dalam tiap-tiap model. Mali-strongG76-MP10 misalnya, kode G76 merupakan nama arsitektur dari GPU yang dibuat oleh ARM pada tahun 2018 silam.

Sementara itu fabrikasi menentukan tingkat efisiensi dan kecepatan GPU tersebut yang ditunjukkan dengan satuan nm, makin kecil nilai nm makin tinggi tingkat efisiensinya.
Makin baik efisiensinya berarti makin kecil pula peluang terjadi overheat.

Jumlah Cores/Processing Unit

Berbeda dengan ARM Mali yang mudah dikenali arsitektur maupun jumlah core -nya untuk GPU Adreno dan Apple tidak demikian, sebab kode namanya tidak mencerminkan identitas tersebut.

Karena itu untuk membandingkan performa lebih mudah memantau hasil benchmark pihak ketiga, salah satunya adalah “Centurion Mark” dari Tech Centurion.
Centurion Mark memberi 4 poin informasi terkait performa sebuah GPU yaitu:

Performance in Heavy Games

Extended Gaming Performance

Raw GPU Benchmarks

Performance in Casual Games

Bagaimana Menginterpretasikan Hasil Uji Centurion Mark?

Setelah mendapati hasil dari uji performa sebuah GPU bagaimana menterjemahkan/menginterpretasikan bacaan tersebut? Berikut Dombort sertakan panduannya dari sumber yang sama:

Hasil Uji Centurion Mark > 100

Di atas angka 100 menunjukkan bahwa ponsel yang diuji memiliki performa GPU sangat baik.
Jika Anda ingin menjalankan game “PUBG” atau “Fortnite” dengan lancar pada resolusi tinggi seperti 2160 pixels atau 1440 pixels pada tingkat pengaturan tertinggi maka GPU pada ponsel tersebut harus mampu mencatatkan hasil di atas 100 pada uji “Centurion Mark”

Hasil Uji Centurion Mark 90-100

Pada rentang angka ini Anda bisa menjalankan game haus grafis dengan lancar pada resolusi 1080 pixels.

Hasil Uji Centurion Mark 65-89

Selama memilih tingkat pengaturan low/medium pada resolusi 1080 pixels Anda masih bisa mengharapkan pengalaman bermain tanpa gangguan lag

Hasil Uji Centurion Mark 50-64

Game bisa berjalan cukup lancar pada tingkat pengaturan low dengan resolusi 1080 pixels. Untuk mendapatkan performa maksimal maka resolusi harus diturunkan menjadi 720 pixels.

Hasil Uji Centurion Mark < 50

Kalau ponsel Anda hanya memperoleh hasil kurang dari 50 maka sebagian besar judul game masih dapat berjalan cukup lancar pada resolusi 720 pixels namun sebatas pada tingkat pengaturan grafis low.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui seputar perbedaan dan pengenalan GPU Adeno, Mali, PowerVR dan Apple GPU berikut cara memahami performa masing-masing.

Setelah membaca itu Anda akan tahu bahwa untuk mempertimbangkan kemampuan sebuah ponsel menjalankan game tak semata-mata bisa dijawab dengan pertanyaan “GPU Adreno vs Mali Lebih Bagus Mana?

Samsung Galaxy S21 5G Dombort

Samsung Galaxy S21 5G Si Bungsu Yang Tak Mengecewakan

Samsung Galaxy S21 5G merupakan varian paling terjangkau dari seri Galaxy S21 yang tahun ini dirilis lebih awal dibanding kebiasaan pabrikan asal Korea tersebut. Dijual dengan harga Rp 12,9 Juta dengan mengusung kapasitas RAM 8 GB dan memori internal 256 GB ponsel ini diposisikan sebagai pesaing langsung bagi iPhone 12.

Sebagai varian terbungsu Galaxy S21 di satu sisi memang lebih ekonomis namun pada sisi lain tak terkesan menarik perhatian jika dibandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra maupun Samsung Galaxy S21+.

Banderol Rp 12,9 Juta memang tak bisa dibilang murah namun terbukti sepadan dengan fitur, kualitas dan nuansa premium yang ditawarkan oleh ponsel flagship terbaru besutan Samsung ini.

Jika Anda saat ini masih menggunakan Samsung Galaxy S20 rasanya melakukan upgrade ke Galaxy S21 tidaklah cukup layak.

Kalau Anda memiliki anggaran lebih longgar maka Galaxy S21 Ultra dan Galaxy S21+ lebih pantas dilirik karena punya fitur ekstra.

Namun kalau Anda saat ini masih menggunakan Galaxy S10 atau sedang mempertimbangkan ponsel dengan kisaran harga kurang dari Rp 15 Juta rasanya Galaxy S21 5G ini adalah pilihan tepat yang takkan membawa sesal kemudian.

Bagi yang masih penasaran silakan menyimak ulasan detil Dombort berikut ini.

Samsung Galaxy S21 5G dan Spesifikasi

Cek Harga Disini

Read More